TARAKAN, Fokusborneo.com – Walikota Tarakan, dr. Khairul secara resmi melepas kontingen atlet yang akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau.
Acara pelepasan bertempat di Gedung Tarakan Art Convention Center (TACC) Kampung Empat, Kota Tarakan, Minggu (8/11/26).
Sebanyak 746 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan official masuk dalam kontingen Kota Tarakan. Mereka dijadwalkan bertanding di Malinau pada 10 hingga 22 November 2026 dengan target utama mempertahankan gelar Juara Umum.
Ketua Kontingen Kota Tarakan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Abdul Azis Hasan, menyampaikan keikutsertaan ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan serta prestasi olahraga daerah.
”Kontingen Kota Tarakan mengikuti 37 cabang olahraga (cabor) dari 44 cabor yang dipertandingkan plus 2 cabor eksebisi. Rinciannya, 31 cabor didanai melalui APBD Pemkot Tarakan dan 6 cabor berangkat melalui pembiayaan mandiri,” kata Abdul Azis Hasan.
Dari total 746 personel kontingen, sebanyak 408 atlet diberangkatkan lewat anggaran APBD. Sementara itu, 338 atlet lainnya bertanding melalui skema pembiayaan mandiri.
Abdul Azis menambahkan Pemeirntah Kota (Pemkot) Tarakan mengucurkan dukungan anggaran melalui APBD 2026 sebesar Rp 950 juta.

Selain itu, melalui Disbudporapar Tarakan juga difasilitasi perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 301 atlet dari 21 cabor.
”Karena perjalanan menuju lokasi menggunakan speedboat, kami mengimbau seluruh kontingen untuk tetap memperhatikan dan mengikuti instruksi keselamatan selama di perjalanan,” imbaunya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Tarakan, Rukisah Saleh, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkot Tarakan serta perjuangan para atlet.
Ia menyoroti besarnya komitmen atlet yang tetap bersemangat meski beberapa cabor harus berangkat secara mandiri.
”Ada 100 lebih atlet yang bertanding secara mandiri. Ini luar biasa dan menandakan betapa cintanya para atlet terhadap Kota Tarakan. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk diprioritaskan,” ujar Rukisah.
Rukisah juga menekankan tiga hal penting kepada para atlet: menjaga semangat dan fair play, menjaga nama baik daerah sebagai ‘duta’ Kota Tarakan, serta menjaga keselamatan dan kesehatan selama masa kompetisi dan perjalanan.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes., menegaskan komitmen Pemkot Tarakan dalam mendukung kontingen meski di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan bahwa penganggaran telah disisir secara teliti untuk memprioritaskan cabor-cabor berpotensi menyumbang medali.
”Situasi dapur anggaran kita memang terbatas, namun kita tetap bertekad mengutus atlet terbaik demi mempertahankan posisi kita sebagai Juara Umum,” tegas dr. Khairul.
Ia menceritakan skema awal penganggaran sempat berada di angka Rp 750 juta, namun setelah disisir dan dimaksimalkan kembali, Pemkot berhasil mencukupkannya hingga Rp 950 juta.
”Kepada seluruh atlet, official, pelatih, dan pengurus cabor, tetap semangat. Jaga kesehatan, ikuti arahan pelatih, dan mari kita berjuang bersama untuk mempertahankan prestasi Juara Umum Porprov Kaltara,” pungkasnya.(**)











Discussion about this post