• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Kawasan Industri Terus Berkembang di Luar Jawa, Hasan Basri Minta Riset dan Pengembangan Ditingkatkan

by Redaksi
15/09/2020
in Ekonomi, Nasional, Politik
A A
Kawasan Industri Terus Berkembang di Luar Jawa, Hasan Basri Minta Riset dan Pengembangan Ditingkatkan

Pimpinan Komite II DPD RI memimpin rapat kerja bersama Kemenperin secara virtual, Jakarta (14/9). Foto : Istimewa

JAKARTA – Dalam lima tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kawasan industri dari sisi jumlah dan sisi luasannya. Kawasan industri di luar Jawa, telah bertambah sebanyak 14 kawasan pada tahun 2020.

Penambahan kawasan industri ini dapat menjadi daya tarik investasi baik melalui PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Baca Juga

DPRD Ketok Perda SOTK Baru, Ini OPD Tarakan Resmi Digabung Demi Efisiensi

UMKM Mitra BI Balikpapan Tembus Pasar Global Lewat MIHAS 2026

Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026

Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK

Dari rapat kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Perindustrian RI yang dilaksanakan secara virtual di kediaman Ketua Komite II Yorrys Raweyai di Jakarta, Senin (14/9/20), ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan dalam pembahas road map kawasan industri nasional dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri serta meningkatkan inovasi produk industri.

Wakil Komite II DPD RI Hasan Basri mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong kawasan industri ke arah generasi ketiga dan keempat, untuk menumbuhkan kawasan industri di seluruh wilayah Indonesia. Kawasan industri generasi kedua dibangun sebagian besar oleh swasta dengan peran pemerintah sebagai regulator.

“Saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga sedang mendorong kawasan industri halal. Indeks daya saing global Indonesia pada tahun 2019 menempati peringkat 50 dari 141 negara (Global Competitiveness Index 4.0), turun dari tahun sebelumnya (2018) pada peringkat 45,” kata Hasan Basri mengutip kesimpulan rapat.

Rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kemenperin secara virtual.

Indonesia memiliki keunggulan pada faktor daya saing market size (peringkat 7) dan dinamika bisnis (peringkat 29). Sebaliknya, masih lemah dalam aspek kesehatan (peringkat 96), labour market (peringkat 85), infrastruktur (peringkat 72), adaptasi teknologi informasi & komunikasi (Information and Communication Technologies/ ICT – peringkat 72), serta kapasitas inovasi (peringkat 74).

“Di ASEAN, peringkat kapasitas inovasi Indonesia masih kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) terhadap daya saing nasional masih harus ditingkatkan,” ujar Senator Dapil Kaltara.

Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kapasitas inovasi Indonesia, di antaranya adalah rendahnya rasio pembiayaan litbang terdapat GDP (Gross Domestic Product), rendahnya produktivitas riset seperti pengajuan paten dan merk dagang, sitasi pada karya tulis ilmiah (h-index), dan kualitas dari lembaga litbang.

“Selain itu, ketidaksesuaian hasil penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) dengan kebutuhan industri juga menjadi persoalan yang memerlukan solusi. Selanjutnya diperlukan peta jalan/roadmap litbangyasa prioritas agar pelaksanaan litbangyasa tersebut dapat terarah dan dapat bermanfaat bagi peningkatan daya saing industri,” jelas alumni Magister Universitas Borneo Tarakan.

Rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kemenperin secara virtual

Hanya ada empat sektor industri yang mencatat pertumbuhan positif, yaitu industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi industri rekaman, industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional. Industri pengolahan dan industri manufaktur merupakan katalis perekonomian nasional.

“Ekspor non-migas menyumbang 94,81% dari total ekspor Januari-Juli 2020. Impor yang rendah tidak selalu menggambarkan hal positif. PMI (Purchasing Manager’s Index) Manufaktur Asia Tahun 2020 untuk Indonesia pada periode Agustus sebesar 50,8,” ungkap Pimpinan Komite II DPD RI.

Penguatan sektor data industri menjadi isu penting Kemenperin. Program substitusi impor 35 persen sampai dengan tahun 2022 dan struktur industri Indonesia masih memerlukan pendalaman karena ada permasalahan supply shock. Substitusi impor bukan merupakan gerakan anti-impor.

Pimpinan Komite II DPD RI memimpin rapat kerja dengan Kemenperin secara virtual.

“Langkah strategis program substitusi impor 35 persen, yaitu penurunan impor melalui substitusi impor pada industri dengan nilai impor besar dan peningkatan utilisasi produksi seluruh sektor industri pengolahan. Untuk mengalihkan 35 persen impor barang input sektor manufaktur ke produksi dalam negeri dengan total kebutuhan investasi 197 Triliun,” pungkas HB.

Pengembangan Kawasan Industri Bintuni dibiayai melalui skema Multi Years. Kemenperin mengusulkan dua opsi untuk rencana pembangunan Kawasan Industri Bintuni, yaitu seluas 200 ha dan seluas 1.000 ha.

“Operasional Kawasan Industri Bintuni diperkirakan berjalan pada tahun 2023 dengan pembangunan infrastruktur diperkirakan selesai pada tahun 2021,” tutup Senator muda Kaltara.(mt)

Tags: DPD RIHasan BasriKaltaraKemenperinKomite II DPD RI

Berita Lainnya

DPRD Ketok Perda SOTK Baru, Ini OPD Tarakan Resmi Digabung Demi Efisiensi
Parlemen

DPRD Ketok Perda SOTK Baru, Ini OPD Tarakan Resmi Digabung Demi Efisiensi

30 September 2026 10:46
UMKM Mitra BI Balikpapan Tembus Pasar Global Lewat MIHAS 2026
Ekonomi

UMKM Mitra BI Balikpapan Tembus Pasar Global Lewat MIHAS 2026

29 September 2026 21:02
Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026
Parlemen

Resmi Diketok, Ini Rincian APBD Perubahan Tarakan 2026

29 September 2026 13:01
Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK
Parlemen

Sempat Alot, Mediasi DPRD Tarakan Bikin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan di PHK

29 September 2026 12:42
Konsolidasi di Tana Tidung, HUT ke-28 PAN Kaltara Dorong Gerak Cepat Bantu Rakyat
Politik

Konsolidasi di Tana Tidung, HUT ke-28 PAN Kaltara Dorong Gerak Cepat Bantu Rakyat

29 September 2026 08:02
IKN

Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

28 September 2026 20:57
Next Post
Masa Pandemi, MTQ Tingkat Provinsi Digelar Virtual

Masa Pandemi, MTQ Tingkat Provinsi Digelar Virtual

Perampok Bersenjata Dibekuk Polres Tarakan, Satu Orang Masih Buron

RDP dengan Menteri BUMN, Hasan Basri Sampaikan Aspirasi Masyarakat Bunyu

RDP dengan Menteri BUMN, Hasan Basri Sampaikan Aspirasi Masyarakat Bunyu

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Anggun Berbusana Adat Tidung, 29 Ketua RT Selumit Pantai Resmi Dikukuhkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Kaltara Tembus Rp 82 Miliar, Tarakan Menyumbang Angka Terbesar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

DPRD Ketok Perda SOTK Baru, Ini OPD Tarakan Resmi Digabung Demi Efisiensi

DPRD Ketok Perda SOTK Baru, Ini OPD Tarakan Resmi Digabung Demi Efisiensi

30 September 2026 10:46
Kawinkan Gelar L-Cup Ke-41, SMAN 2 Tarakan Rajai Voli Pelajar

Kawinkan Gelar L-Cup Ke-41, SMAN 2 Tarakan Rajai Voli Pelajar

30 September 2026 09:43
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP