TARAKAN – Komisi II DPRD Kota Tarakan berharap Wali Kota Tarakan menunda pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 4 Januari 2020. Munculnya varian baru virus corona, penyebarannya sangat cepat dan anak-anak rentan tertular.
“Kami dari Komisi II berharap ada kebijakan dari pak Wali menunda proses pembelajaran tatap muka di sekolah. Adanya varian baru virus corona sangat rentan menular ke anak-anak karena penularannya lebih cepat,” Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan Sofyan Udin Hianggio, Jumat (1/1/21).
Apalagi sekarang ini memasuki musim pancaroba yang menyebabkan banyak orang sakit seperti demam, batuk, pilek dan penyakit lainnya karena perubahan musim. Sehingga sangat rentan tertular Covid-19 dengan daya tahan tubuh yang lemah.
“Ini harus jadi bahan pertimbangan juga untuk pemerintah. Saya berharap pak Wali Kota bijaksana dalam mengambil keputusan terkait proses pembelajaran tatap muka di sekolah,” ujarnya.
Penundaan pembelajaran tatap muka di sekolah, bisa melindungi masyarakat Kota Tarakan tertular Covid-19. Sebab adanya varian baru yang sudah ditemukan dibeberapa negara, belum tahu penyebarannya kedepan.
“Adanya peringatan-peringatan dari WHO maupun lembaga kesehatan dunia lainnya terkait varian baru ini yang ditakutkan karena penyebaran lebih cepat. Belum lagi kondisi sekarang ruang perawatan Covid-19 di rumah sakit full,” bebernya.
Sebelum pembelajaran tatap muka di sekolah dibuka, pemerintah seharusnya ada masa percobaan dan disosialisasikan. Pelaksanaannya juga berjenjang mulai dari SMA, SMP, SD baru TK.
“Provinsi saja belum membuka pembelajaran tatap muka untuk SMA harusnya juga diikuti jangan malah mendahului agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas,” jelasnya.
Persiapan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, juga belum jelas sampai sekarang sudah mempersiapkan atau belum. Begitu juga anggaran untuk protokol kesehatan di sekolah, ini harus jelas.
“Sistem pengawasan di sekolah dengan adanya proses pengantaran penjemputan, otomatis menimbulkan penumpukan dan lain sebagainya ini kan bahaya resikonya bisa berpotensi terjadi penyebaran untuk Covid-19 harus dipertimbangkan juga,” tutupnya.(iik)















Discussion about this post