• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Kenaikan Tarif BPJS, Pemprov Konsiliasi dengan BPJS

Alokasi Sementara Rp 16 Miliar

by admin
5 November 2019 09:00
in Daerah, Ekonomi, Fokus, Nasional, Pendidikan, Sosial Budaya
A A
Kenaikan Tarif BPJS, Pemprov Konsiliasi dengan BPJS

KESEHATAN : Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat menyerahkan kartu JKN-KIS melalui program Kaltara Sehat, belum lama ini. Poto:Humas Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam Perpres tersebut terdapat beberapa perubahan penyesuaian iuran yang patut diketahui oleh masyarakat. Demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie berdasarkan rilis Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tarakan, Senin (4/11).

Adapun perubahan tersebut, yakni untuk kategori Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 42 ribu, berlaku 1 Agustus 2019. Sementara, untuk PBI yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah atau PBI-APBD mendapat bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 19 ribu per orang per bulan untuk bulan pelayanan 1 Agustus hingga 31 Desember 2019.

Baca Juga

Karantina Kaltara Hadiri HLM TPID Tarakan, Perkuat Pengawasan Pangan Jelang HBKN

Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Ala Serukan Budaya Kerja Aman

Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Hadirkan Program Layanan Cuci Emas Gratis di Kalimantan

Sinergi TPID Dorong Business Matching Produsen Pangan dengan SPPG-MBG

Sementara untuk tahun depan, berdasarkan informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengalokasikan anggaran senilai Rp 16 miliar untuk program ini. Diungkapkan Gubernur, mengenai jumlah PBI yang akan ditanggung akan direkonsiliasikan dengan BPJS Kesehatan. “Perlu direkonsiliasikan dulu dengan BPJS, karena dengan adanya kenaikan tarif tersebut, pastinya anggaran yang telah disediakan Pemprov Kaltara tersebut akan kurang,” kata Irianto.

Artinya, BPJS Kesehatan akan melakukan rekalkulasi ketersediaan anggaran dengan kenaikan tarif lalu disesuaikan dengan jumlah PBI yang dapat ditanggung. “Kalau sebelumnya iuran yang ditanggung Pemprov Kaltara sebesar Rp 23 ribu, maka dengan adanya kenaikan tarif ini menjadi Rp 42 ribu. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp 19 ribu per PBI. Ini yang menjadi tambahan untuk ditanggung Pemprov pada tahun depan,” urai Gubernur.

Infografis

Pada 2019, Pemprov Kaltara melalui APBD 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu di Kaltara. Hingga Juli 2019, sesuai laporan Dinkes Kaltara, secara total Pemprov akan mengcover sebayak 37.480 warga kurang mampu yang dalam daftar PB yang ada di daerah.

Alokasi sebesar itu disalurkan melalui pagu anggaran Dinkes Kaltara, digunakan untuk membayar premi seabesar Rp 23 ribu per bulan per orang. Alokasi ini, merupakan bentuk konsistensi Pemprov Kaltaran memenuhi komitmen proporsi pembiayaan program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) 40 berbanding 60. Di mana, dari total kebutuhan anggaran premi PBI JKN-KIS di Kaltara, 40 persen menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltara. Sementara 60 persen lagi, jatah pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Wahyudi Putra Pujianto menyatakan, untuk total anggaran yang perlu ditanggung pemerintah daerah akan dikoordinasikan terlebih dulu dengan pihak terkait. “Prinsipnya, kalau kuota yang ditanggung tetap maka kenaikan anggarannya mencapai 82 persen dari sebelumnya,” urainya.

Pun demikian, Wahyudi mengakui bahwa saat beraudiensi dengan Gubernur Kaltara belum lama ini, diharapkan anggaran yang dialokasikan untuk iuran PBI-Daerah tetap. “Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah cakupan tanggungan tersebut, tanpa harus membebani APBD,” jelasnya.

Salah satunya, adalah melakukan validasi PBI lalu dialihkan ke APBN. “Cara lainnya, adalah mengandalkan CSR (Coorporate Social Responsibility) badan usaha swasta atau bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil dan Zakat Nasional),” ucapnya.

Lebih jauh, Wahyudi menyebutkan bahwa melihat ketentuan penyesuaian iuran dalam Perpres No. 75/2019, pemerintah masih mendapatkan andil sebagai pembayar iuran terbesar. Dimana, pemerintah menanggung 73,63 persen dari total besaran penyesuaian iuran yang akan ditanggung oleh pemerintah melalui peserta PBI APBN, penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah, pegawai pemerintah pusat/daerah, TNI, dan Polri. Kontribusi pemerintah tersebut sangat membantu peserta mandiri sehingga penyesuaian iuran peserta mandiri tidak sebesar seharusnya.

“Besaran iuran yang akan disesuaikan tidaklah besar apabila dibandingkan dengan besarnya manfaat yang diberikan Program JKN-KIS ketika ada peserta yang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan,” kata Wahyudi.

Diakui Wahyudi, untuk buruh dan pemberi kerja, penyesuaian iuran hanya berdampak pada pekerja dengan upah di atas Rp 8 juta sampai dengan Rp 12 juta saja. Artinya, pekerja dengan upah di bawah nominal tersebut, tidak terkena dampak. “Untuk peserta buruh dan pemberi kerja, yang terdampak yaitu yang berpenghasilan 8 juta sampai dengan 12 juta, penyesuaian iuran hanya menambah sebesar rata-rata Rp 27.078 per bulan per buruh, angka ini sudah termasuk untuk 5 orang, yaitu pekerja, 1 orang pasangan (suami/istri) dan 3 orang anak. Artinya beban buruh adalah Rp5.400 per jiwa per bulan. Ini sama sekali tidak menurunkan daya beli buruh seperti yang dikabarkan,” kata Wahyudi.

Sebagai informasi, untuk kenaikan tarif untuk kategori peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), batas paling tinggi gaji atau upah per bulan yang digunakan yaitu sebesar Rp 12 juta, dengan komposisi  5 persen dari gaji atau upah per bulan, dan dibayar dengan ketentuan 4 persen dibayar oleh Pemberi Kerja; dan 1 persen dibayar oleh peserta.

Kriterianya, peserta PPU tingkat pusat yang merupakan pejabat negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), PNS, prajurit, anggota Polri, pemberlakuan penyesuaian iuran mulai 1 Oktober 2019. Lalu, peserta PPU tingkat daerah yang merupakan kepala dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD daerah, PNS daerah, kepala desa, perangkat desa, dan pekerja swasta, berlaku mulai 1 Januari 2020. Dan, untuk peserta PPU yang merupakan pekerja swasta, pemberlakuan penyesuaian iuran mulai 1 Januari 2020.

Sementara itu, iuran untuk kategori peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang berlaku mulai 1 Januari 2020, yakni untuk Kelas III menjadi Rp 42 ribu, Kelas II menjadi Rp 110 ribu, dan Kelas I menjadi Rp 160 ribu.(*/iik)

 

Tags: Alokasi Sementara Rp 16 MiliarborneoBPJSFokusfokusborneoJKNKenaikan Tarif BPJSKISPemprov KaltaraPemprov Konsiliasi dengan BPJSTanjung Selor

Berita Lainnya

Karantina Kaltara Hadiri HLM TPID Tarakan, Perkuat Pengawasan Pangan Jelang HBKN
Daerah

Karantina Kaltara Hadiri HLM TPID Tarakan, Perkuat Pengawasan Pangan Jelang HBKN

12 Februari 2026 20:03
Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Ala Serukan Budaya Kerja Aman
Daerah

Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Ala Serukan Budaya Kerja Aman

12 Februari 2026 19:02
Ekonomi

Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Hadirkan Program Layanan Cuci Emas Gratis di Kalimantan

12 Februari 2026 18:05
Ekonomi

Sinergi TPID Dorong Business Matching Produsen Pangan dengan SPPG-MBG

12 Februari 2026 17:50
Daerah

BUSAK PAUD Hadir di Tana Tidung, Perkuat Kolaborasi Guru dan Orang Tua

12 Februari 2026 16:58
Daerah

Kenali Hukum Sejak Dini, Disdikbud Tana Tidung Gandeng Kejaksaan

12 Februari 2026 15:34
Next Post
Pemprov Optimalkan Penerapan SPBE

Pemprov Optimalkan Penerapan SPBE

Timdu PKS Diminta Lengkapi Laporan Kegiatan

Timdu PKS Diminta Lengkapi Laporan Kegiatan

Pemprov Anggarkan Rp 400 Juta untuk Kembangkan KKMB

Pemprov Anggarkan Rp 400 Juta untuk Kembangkan KKMB

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Dukung Pemeriksaan BPK, Pejabat Pemprov Kaltara Diminta Tunda Dinas Luar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relokasi Puspem ke Tarakan Utara Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Lansia di Tarakan Wisuda S1, Ketua Yayasan Almarhamah Tegaskan Biaya Sekolah Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuh Haru, Kodim 0907/Tarakan Lepas Letkol Inf Syaiful Arif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 21 Dapur di Tarakan Mulai Beroperasi, Layani 46 Ribu Penerima Manfaat MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Karantina Kaltara Hadiri HLM TPID Tarakan, Perkuat Pengawasan Pangan Jelang HBKN

Karantina Kaltara Hadiri HLM TPID Tarakan, Perkuat Pengawasan Pangan Jelang HBKN

12 Februari 2026 20:03
Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Ala Serukan Budaya Kerja Aman

Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Ala Serukan Budaya Kerja Aman

12 Februari 2026 19:02
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP