• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Deklarasi G20 Untuk Pembangunan Inklusif

by Redaksi
21 Desember 2022 16:05
in Opini
A A

Dr. Rudy Badrudin, M.Si. Dosen Tetap STIE YKPN Yogyakarta, Pengurus Pusat ISEI Bidang 2, dan Peneliti Senior PT. Sinergi Visi Utama

Kegiatan Group of Twenty (G20) dimulai sejak 1 Desember 2021 ketika Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 selama setahun penuh hingga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan pada tanggal 15-16 November 2022 di Pulau Bali. Hasil KTT G20 tersebut dituangkan dalam bentuk Deklarasi Pemimpin G20 yang hadir di Bali yang terdiri dari 52 kesepakatan. Salah satu kesekapatan dalam Deklarasi Pemimpin G20 tersebut nampak pada Nomor 47 yang terkait dengan pembangunan kepariwisataan. Hal itu penting dipahami karena sektor pariwisata sangat strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Deklarasi G20 Nomor 47
Deklarasi Pemimpin G20 Nomor 47 berbunyi “kami menegaskan kembali peran penting pariwisata untuk pemulihan global, dan berbasis masyarakat pendekatan untuk membangun kembali pariwisata yang lebih berpusat pada manusia, inklusif, berkelanjutan, dan tangguh sektor. Kami mengakui pentingnya memperkuat mobilitas internasional yang aman dan konektivitas dan perjalanan mulus pasca-Covid untuk memungkinkan pemulihan pariwisata. Kami lebih jauh mengenali bahwa ekonomi kreatif, yang melibatkan ekonomi berbasis pengetahuan, kreativitas manusia, dan hak kekayaan intelektual, berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pariwisata lokal masyarakat dan UMKM melalui pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, inovasi, kemitraan publik-swasta, pelestarian alam dan budaya yang berkelanjutan warisan, dan pembiayaan inovatif sementara tetap mempertahankan nilai komersial dan budaya mereka yang signifikan nilai-nilai.”

Baca Juga

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara

Pembangunan Kepariwisataan
Pembangunan kepariwisataan meliputi industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran, dan kelembagaan kepariwisataan. Pembangunan tersebut dilakukan berdasarkan rencana induk pembangunan kepariwisataan yang terdiri atas rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional, rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi, dan rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten/kota akan berdampak terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Pembangunan kepariwisataan membutuhkan pengembangan investasi sektor pariwisata nasional yang dapat menciptakan pemasukan devisa negara dan menumbuhkan industri tidak langsungnya serta memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja.
Realisasi investasi di sektor pariwisata selama tahun 2017 sampai tahun 2021 mencapai Rp 106,3 triliun. Jika dirinci menurut wilayah, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan proporsi terbesar yaitu 39%. Investasi sektor pariwisata di Pulau Jawa mencapai 36,7%, diikuti Sumatera (17%), Sulawesi (4%), dan Kalimantan (3%). Investasi sektor pariwisata berkontribusi terhadap realisasi investasi nasional sebesar 3,36% meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 3,03%. Pembangunan kepariwisataan mempunyai multiplier effect. Oleh karena itu, terdapat kaitan antara pembangunan kepariwisataan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sebagai komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan.

Pembangunan Inklusif
Kaitan pembangunan kepariwisataan dengan TPB nampak di antaranya pada TPB nomor 1) Tanpa Kemiskinan; 3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; 8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; 10) Berkurangnya Kesenjangan. Pembangunan kepariwisataan akan menambah penyerapan tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran, menambah pendapatan tenaga kerja sehingga mengurangi kemiskinan, menambah nilai PDD/PDRB sehingga ada pertumbuhan ekonomi, dan dapat mengurangi kesenjangan distribusi pendapatan antargolongan masyarakat (Indeks Gini) dan antardaerah (Indeks Willamson). Oleh karena itu, pelaksanaan isi Deklarasi G20 Nomor 47 menjadi media bagi pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pembangunan inklusif melalui TPB.

Sinergi dan Kolaborasi
Empat kendala utama dalam pembangunan kepariwisataan Indonesia adalah (i) masih buruknya akses, kualitas layanan dan infrastruktur bagi masyarakat, pengunjung dan pengusaha; (ii) terbatasnya keterampilan tenaga kerja dan layanan pariwisata dari sektor swasta; (iii) lemahnya dukungan untuk investasi swasta pada sektor pariwisata; dan (iv) lemahnya koordinasi antarkementerian/lembaga, pusat-daerah, pemerintah-swasta dalam pengembangan pariwisata dan dalam pelestarian kekayaan alam dan budaya. Untuk mengatasi kendala tersebut maka dibutuhkan peran serta kementerian/lembaga terkait, termasuk sinergi dan kolaborasi antarkementerian teknis terkait, antara Bank Indonesia dan Sekber Pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan Indonesia dan respon terhadap isu kearifan lokal, isu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.(*)

Penulis :Dr. Rudy Badrudin, M.Si. adalah Dosen Tetap STIE YKPN Yogyakarta, Pengurus Pusat ISEI Bidang 2,dan Peneliti Senior PT. Sinergi Visi Utama

 

Tags: G20HeadlineOpini

Berita Lainnya

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia

8 April 2026 14:41
Ekonomi

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

25 Maret 2026 15:39
Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia
Opini

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

13 Maret 2026 05:28
Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara
Ekonomi

Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara

4 Maret 2026 17:40
Membumikan Ekonomi Syariah di Utara Borneo
Ekonomi

Membumikan Ekonomi Syariah di Utara Borneo

4 Maret 2026 17:29
BI Tahan Bunga Acuan
Ekonomi

BI Tahan Bunga Acuan

23 Februari 2026 17:19
Next Post

Konsisten menjaga inflasi tetap rendah, BI Kaltara bersama dengan TPID Kota Tarakan melakukan Sidak Pasar dan Pasar Murah

Survei SSI: 64,47 Persen Masyarakat Kaltara Puas dengan Kepemimpinan Zainal Arifin Paliwang - Yansen TP

Inspeksi Angkutan Umum Jelang Nataru 2022-2023

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pelni Buka Rute Tarakan-Surabaya 24 April, Supa’ad Hadianto: Ini Solusi Transportasi Ekonomis bagi Warga Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Disdikbud Tana Tidung Peringatkan Sekolah Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Dirinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polemik PHK Petugas Kebersihan Tarakan: DPRD Kecam PT Meris Tak Manusiawi, DLH Akui Dilema Anggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan HUT ke-20, PAGOYA Tarakan Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Membangun Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Karyawan Sering Menunggak, Komisi I DPRD Tarakan Warning Manajemen PT Siantar Tara Sejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Bhabinkamtibmas Tanjung Palas Utara Dampingi Panen Jagung, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

20 April 2026 14:30
DPRD Tarakan Kawal Rencana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp24 Miliar dan Desak Layanan Poli 24 Jam

DPRD Tarakan Kawal Rencana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp24 Miliar dan Desak Layanan Poli 24 Jam

20 April 2026 14:17
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP