• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Sabar Tak Terbatas

by Redaksi
01/04/2023
in Opini
A A
Sabar Tak Terbatas

Syamsuddin Arfah. Foto : Ist

By : Syamsuddin Arfah

Rekan saya berprofesi pengusaha kecil pernah diskusi ringan  tentang kondisi perekonomian yang dirasakannya sulit pada tahun-tahun ini, ternyata obrolan tentang ekonomi sulit menjadi topik diskusi saya dengan berbagai pengusaha kecil  yang dampaknya di bulan Ramadhan, sehingga konsentrasi dan kenikmatan beribadah harus ditukar dengan kerja keras  bahkan mengabaikan atau mempertaruhkan  kesehatan dirinya agar bisa surveive secara ekonomi, menurut saya inilah mental healty sebagai pengusaha kecil. Beralih ke cerita lain seorang ibu muda di bulan yang berkah ini juga ada menyampaikan curahan hati nya tentang kondisi rumah tangga yang tidak kondusif bahkan berimbas pada kehancuran rumah tangganya yang berada di ujung tanduk menuju kepada perceraian. Kisah beebeda ada salah seorang konstituen menghubungi saya untuk mendapatkan kerjaan sebagai pembantu rumah tangga agar bisa menafkahi anaknya juga di bulan yang penuh berkah ini. Di bulan ramadhan ini pada waktu yang berbeda saya mendengarkan obrolan beberapa guru swasta yang mendiskusikan gaji mereka yang tidak kunjung naik padahal sudah mengabdi mengajar belasan tahun. Saat ini juga kita menyaksikan  bangsa Indonesia di selimutin kekecewaan. Betapa tidak, ajang piala Dunia U-20 yang sudah dinanti-nanti tiba batal. FIFA mencoret nama indonesia sebagai tuan ajang empat tahunan ini hanya dua bulan sebelum digelar.

Baca Juga

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia

QRIS Cross Border

Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

Saudara-saudaraku yang beriman

Tanpa terasa kita sudah memasuki bahkan melewati sepuluh hari pertama kebersamaan dengan Ramadhan, hampir separuh waktu kita juga sudah berinteraksi dengan bulan yang dikenal dengan Syahrus Shabr. Karena pada bulan ini  umat islam di latih untuk bersabar. Menahan lapar adalah latihan bersabar. Menahan dahaga adalah latihan sabar.  Menahan untuk tidak marah adalah latihan sabar. Menahan untuk tidak mengumpat adalah latihan kesabaran. Makan dan minun yang bersumberkan dari usaha yang halal serta berhubungan dengan istri yang halal di siang hari menjadi haram, semata-mata hanya tunduk dan patuh mencari ridha-Nya.

Adalah anugrah yang besar ketika seorang hamba menjumpai bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, karena ia memetik sekian banyak ibrah yang besar jika ia benar-benar memanfaatkan bulan yang agung untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Diantara dampak dan manfaat yang di peroleh adalah di raihnya kesabaran, baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan maupun didalam menghadapi takdir Allah yang terasa berat dirasa oleh seorang hamba.

Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah dan pahalanya.

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran  bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan sisa umur nya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang di berkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu terdapat dalam beberapa hadist, bahwa Nabi SAW mensifati bulan Ramadhan dengan bulan “kesabaran”.

Mari kita analisa sabda Nabi SAW, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tuju-ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untu-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-KU. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika dia berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi”. (HR. Muslim)

Dari riwayat di atas disebutkan bahwa setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Kemudian di kecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahala nya. Oleh karena itu, amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ada batasan bilangan.

Kenapa bisa demikian?

Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Karena puasa adalah bagian dari kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah  yang di cukupkan pahala sabar nya tanpa batas.” (QS: Az-Zumar : 10) (dikutif dari buku: Lathaaiful Ma’arif)

Juga disebutkan dalam hadist riwayat Tirmizi bahwa puasa adalah bulannya orang bersabar. Namun redaksi hadist semacam ini dhoif (lemah).

Kekalahan kaum muslimin dalam perang uhud menyimpan hikmah yang luar biasa, bahwa wali-wali Allah tidak selama nya di tolong oleh Allah SWT. Akan tetapi harus diingat pula bahwa akibat atau akhir segala sesuatu berupa kebaikan di akhirat pasti diraih oleh wali-wali-Nya.

Apabila ada yang mengatakan: “Mengapa Allah membiarkan wali-wali-Nya kalah dihadapan musuh dan tidak menolong? Maka jawabnya firman Allah SWT: “Sungguh kalian akan diuji dengan kejelekan dan kebaikan sebagai fitnah.” (QS: Al-Anbiya: 35)

Bukankah Allah SWT menguji dengan kemiskinan, musibah, penyakit, dan kekalahan sebagai fitnah untuk mengetahui siapa diantara mereka yang bersabar dan siapa diantara mereka yang berkeluh kesah. Demikian pula Allah menguji mereka dengan harta, kebahagiaan, kesehatan, dan kemenangan agar diketahui siapa diantara mereka yang benar-benar bersyukur atau kufur nikmat.

Firman Allah pada surah Al-Anfal ayat 66 patut untuk menjadi renungan dan analisa buat kita: “Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika diantaramu ada seribu orang, niscaya mereka akan mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ketentuan jihad ditetapkan Allah ketika jumlah kaum Mu’min sepersepuluh dari jumlah pasukan musuh. Saat itu Allah berjanji akan menolong kaum Mu’min, sehingga setiap satu orang islam dapat menghadapi 10 orang musuh, berarti kapitalisasi satu orang mu’min yang sabar bisa di konversikan sama dengan 10 orang kekuatan musuh. Akan tetapi sayangnya, lambat laun semangat dan keimanan  mereka menurun sehingga Allah  memberikan  keringanan kepada mereka, yaitu setiap satu orang islam diperintahkan hanya menghadapi 2 orang musuh, dan itu artinya kapitalisasi orang mu’min yang sabar di konversikan dengan musuh berbanding 2 orang. Hal ini membuktikan bahwa jika keimanan dan kesabaran kaum muslimin melemah, kemampuan mereka pun menjadi seperlimanya.

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:

  1. Dalam mengurus dan mengatur masyarakat, terkadang perubahan situasi dan kondisi mengharuskan seorang pemimpin untuk mengubah atau meringankan peraturan. Dengan kata lain, seorang pemimpin yang baik harus memahami kondisi masyarakatnya.
  2. Unsur utama kekalahan biasanya datangnya dari dalam, bukan dari luar. Dengan kata lain, bila iman dan kesabaran mengalami degradasi, akan terbuka pintu bagi musuh untuk mengalahkan kaum muslimin.

Firman Allah pada Al-Qur’an suarah Al-Baqarah: 249 sangat layat menarik perhatian dan analisa kita:

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Terdapat banyak rahasia yang tersembunyi dalam berbagai ayat al-Qur’an. Salah satu diantara rahasia-rahasia tersebut adalah tentang kesabaran. Allah memberikan kabar gembira bahwa orang-orang yang bersabar akan semakin kuat. Ingatlah bahwa semua kekuatan adalah milik Allah. Bahkan kekuatan orang yang menentang Allah sesungguhnya juga milik Allah.

Untuk melengkapi kesabaran berdasarkan pada Al-Baqarah: 247, di butuhkan prasyarat untuk memperoleh kesabaran, yaitu selain yang pasti adalah keimanan yang menghunjam dalam hati, maka prasyaratan itu adalah ilmu pengetahuan (knowledge) dan ketahanan tubuh (kekuatan fisik dan stamina). Itu yang menjadi dasar dipilihnya Thalut menjadi pemimpin oleh Allah SWT, walaupun secara strata sosial Thalut adalah bukan kalangan bangsawan dan tidak memiliki harta, dan dari bangsa Israil menolaknya. Itu artinya dari zaman dahulu cara pandang seseorang terhadap orang lainnya, adalah cara pandang pragmatis dan opurtunis dan itu tidaklah jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Tetapi karena kesabaran adalah merupakan “kekuatan” yang Allah berikan, maka yang menjadi pilar dan pondasi dari sabar itu adalah knowledge (ilmu pengetahuan) dan fisik yang prima.

Sebagai kesimpulan, jadi ketika Ramadhan di maknakan dengan “bulan kesabaran” bukan berarti bahwa kesabaran itu yang dimaksudkan adalah sekedar menahan diri dari makan dan minum di bulan Ramadhan saja, tetapi bahwa kualitas kemampuan untuk menghadapi tantangan beradaptasi dalam suasana atau situasi penuh dengan keterbatasan itu menjadi modal yang luar biasa bagi seseorang pasca-ramadhan untuk bisa berbuat lebih baik berlipat-lipat dibanding sebelumnya.

Allahu a’lamu bis-shawab.

Tags: HeadlineramadhanSyamsuddin Arfah

Berita Lainnya

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia
Ekonomi

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia

21 Oktober 2026 00:05
QRIS Cross Border
Energi

QRIS Cross Border

13 Oktober 2026 21:08
Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional
Ekonomi

Demokratisasi Kredit Domestik Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel dan Perannya dalam Menjaga Kemandirian Finansial Nasional

6 Oktober 2026 11:06
BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar
Ekonomi

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

30 September 2026 17:48
Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Next Post

Berkat Deddy Sitorus, Sebatik dan Bunyu Dapat Program Kampung Nelayan Maju dari Menteri KKP

Deddy Sitorus Rayakan Minggu Palma di Gereja Katolik Nunukan

Monev ke Malinau dan KTT, Ini Temuan Tim Pansus LKPj DPRD Kaltara

Monev ke Malinau dan KTT, Ini Temuan Tim Pansus LKPj DPRD Kaltara

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Cek Ruangan Satuan Kerja, Pastikan Lingkungan Kerja Tetap Tertib dan Nyaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik Terima Laporan Kesatuan dan Buku Memori Sertijab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Sidak Barak Dalmas Ditsamapta, Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal Tergantung di Karang Anyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kaltara Minta Pengkajian Master Plan CDOB Kabudaya Dilakukan Secara Faktual dan Komprehensif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk PSN

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

22 Oktober 2026 21:01
Rayakan Budaya Bumi Intimung, Telkomsel Beri Kenyamanan Berinternet di Festival Irau Malinau 2026 Kalimantan Utara

Rayakan Budaya Bumi Intimung, Telkomsel Beri Kenyamanan Berinternet di Festival Irau Malinau 2026 Kalimantan Utara

22 Oktober 2026 20:50
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP