BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kantor Pertanahan Kota Balikpapan ikut mengambil bagian dalam penguatan Program Magang Nasional Tahun 2026. Persiapan program dilakukan melalui Sosialisasi Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan yang diikuti secara daring.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dr. Dalu Agung Darmawan, M.Si. Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Kantor Pertanahan Kota Balikpapan Subur, S.SiT., C.Med., QRMP., Kepala Subbagian Tata Usaha Riri Arya, S.H., M.H., bersama jajaran.
Program Magang Nasional menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan lulusan baru dengan dunia kerja. Melalui program tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga mendapat kesempatan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
“Program Magang Nasional menjadi ruang bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja, mengembangkan kompetensi, sekaligus memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Subur.
Menurutnya, pengalaman kerja secara langsung menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan lulusan baru sebelum memasuki dunia kerja secara profesional. Karena itu, proses magang perlu didukung dengan pembimbingan dan tugas yang sesuai agar peserta mendapatkan pengalaman yang benar-benar bermanfaat.
Di lingkungan ATR/BPN, peserta magang nantinya diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas pertanahan. Pelaksanaan kegiatan juga akan didampingi mentor sehingga peserta memiliki ruang untuk belajar sekaligus memahami proses kerja di lingkungan instansi pemerintah.
“Peserta akan diarahkan pada kegiatan yang mendukung tugas pertanahan, dengan pendampingan mentor serta pembelajaran yang terarah dan aplikatif,” katanya.
Kantor Pertanahan Kota Balikpapan berharap pelaksanaan Program Magang Nasional dapat memberikan manfaat dua arah. Peserta memperoleh pengalaman dan kompetensi baru, sementara instansi mendapatkan dukungan dari generasi muda dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kesiapan sumber daya manusia agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pelayanan publik.(*)












Discussion about this post