TARAKAN – Kota Seribu Sungai, Kalimantan Selatan mejadi tuan rumah Pucak Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Indonesia Timur Tahun 2019, tepatnya di Kota Banjarmasin yang akan diselenggarakan pada 12 – 14 September 2019.
Kepala Perwakilan BI Prov Kalsel Herawanto menjelaskan, Fesyar KTI 2019 merupakan perhelatan ke-3 setelah 2 tahun sebelumnya dilaksanakan di Makassar (2017) dan Balikpapan (2018), di Bajarmasin adalah puncak rangkaian pelaksanaan kegiatan Fesyar di Kawasan Timur Indonesia yang dimulai sejak Juni hingga September 2019.
“Dengan Tema “Bergerak Bersama Ekonomi Syariah’’ diharapkan Fesyar KTI 2019 dapat mendorong pengembangan ekonomi Syariah kedepan, sebagai sala satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasonal khususnya di wilayah Timur Indonsia,’’ ujar Herawanto dalam Videoconference Fesyar KTI 2019, Selasa (10/9).



Penunjukan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah syar KTI 2019, merujk pada kajian sejarah Kalsel sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara, selain itu Kota Seribu Sungai ini memilki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi Syariah sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi baru.





“Kalsel Memiliki penduduk Muslim 3,5 juta jiwa atau 96,7 % dari total populasi, didukung 283 pesantren yang juga merupakan terbanyak di Kalimantan, meski begitu ekonomi keuanan Syariah tidak hanya secara ekslusif kepada umat Islam namun secara Inklusif dapat dimanfaatkan untuk berbagai kalangan umum,’’ bebernya.




Peserta Fesyar KTI 2019 dari berbagai wilayah yang mencakup, Wilayah Kalimantan, Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), dan Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) yang mengikutsertakan 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam negeri.


Penyelenggaraan esyar KTI 2019 dijabarkan dalam 6 kegiatan utama, Seminar dan FGD, Kuliah umum dan Talkshow, Bedah Buku Pentas dan Lomba Seni, Forum Bisnis dan Pameran Expo, dan Tabligh Akbar. “Tidak kalah menariknya, dalam perhelatan ini terdapat Shari’aFair yang diikuti lebih dari 30 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI),’’ pungkasnya. (aii/iik).


