TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan sampaikan alasan tidak merawat 11 jamaah yang sebelumnya dari Kabupaten Gowa Sulawesi Tengah.
“Kami menolak, menurut kami kemarin masih orang dalam pemantauan (ODP),†terang Dirut RSUD Tarakan dr. Hasbi Hasyim, Jum’at (3/4/2020).
Hasbi mengatakan sebelumnya tim juru bicara satgas percepatan dan penanganan Covid-19 Tarakan sudah meminta jamaah untuk dirawat di RSUD Tarakan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.
“Tapi ngak bisa, harus betul-betul diseleksi karena buka apa, tiba-tiba kita isi ODP, tapi ada PDP yang perlu ruang perawatan sudah penuh gimana,†katanya.
Menurut Hasbi ini harus dipikirkan juga, alasan dari satgas kota karena ada kontak, tapi semua orang ada kontak masa harus masuk rumah sakit semua.
“Kita harus seleksi mana yang bisa di isolasi mandiri di rumah yang mana harus dirawat,†tegas Hasbi.
Hasbi menambahkan pihaknya berpedoman pada pedoman yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan bukan kemauan sendiri dari pihak rumah sakit.
“Untuk jamaah dari Gowa itu Pemerintah Kota Tarakan yang mengurus karena kami menolak,†bebernya.
Baca Artikel Terkait :
- Pulang dari GOR 11 Jamaah Kembali diisolasi di RSU Kota Tarakan
- RSU Kota Tarakan Siapkan 6 Ruang Isolasi Covid-19
- Rawat Pasien Covid-19, Kondisi Tenaga Medis Sehat
- Gegara VTM Habis, 4 PDP Belum Bisa Diambil Sampel Swap
Diketahui 11 jamaah dari Gowa kluster 3 Lambelu saat ini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Kota Tarakan di Jalan Aki Babu Kelurahan Karang Harapan.
Diberitakan sebelumnya 11 jamaah kembali dipanggil setelah pulang dari GOR, untuk dilakukan kembali pemeriksaan Swap, hal ini dilakukan karena 4 jamaah yang sama terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nunukan. (mt/iik)














Discussion about this post