Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 22 Des 2020 07:47 WITA ·

Desak Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, DPRD Kota Tarakan Bakal Surati Pemkot


Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan Sofyan Udin Hianggio. Foto : Istimewa Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan Sofyan Udin Hianggio. Foto : Istimewa

TARAKAN – DPRD Kota Tarakan melalui Komisi II bakal melayangkan surat ke Pemerintah Kota Tarakan untuk meminta penundaan pembelajaran tatap muka yang direncanakan dimulai awal Januari 2021. Komisi II tidak ingin, aktifitas belajar mengajar disekolah jadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Tarakan.

“Sebelum kembali dibuka pembelajaran tatap muka disekolah, perlu dilihat dan dikaji dulu. Kalau memang belum layak jangan dulu dilakukan, apalagi penyebaran Covid-19 di Kota Tarakan yang terus menunjukan tren peningkatan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan Sofyan Udin Hianggio saat dihubungi melalui sambungan telephone, Senin (21/12/20).

Menurutnya, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri terdiri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, Kota Tarakan belum memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Sekarang Kota Tarakan sudah masuk zona orange dan sedikit lagi merah kan belum layak. Apalagi dari 4 Kabupaten 1 Kota, Tarakan penyumbang penyumbang diangka tertinggi lebih dari 1.600 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara,” ujar politisi Partai Golkar.

Dalam waktu dekat ini, Komisi II akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Kota Tarakan supaya melayangkan surat ke Pemkot Tarakan meminta penundaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Anak-anak ini kan paling rentan tertular, jangan sampai aktifitas belajar mengajar disekolah jadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Tarakan. Harusnya disosialisasikan dulu kemudian dilakukan persiapan-persiapan yang matang ini sudah dilakukan gak belum, gak ada sampai sekarang cuma pemberitahuan saja ke sekolah,” tegas anggota DPRD Kota Tarakan dua periode.

Sofyan meminta jangan hanya berdasarkan surat keterangan persetujuan orang tua murid, pembelajaran tatap muka di sekolah kembali dibuka. Tetapi harus sesuai persyaratan SKB 4 Menteri baru bisa dibuka.

“Jika dibuka pembelajaran tatap muka harus ada jaminan dari pemerintah tidak ada penularan Covid-19 di sekolah. Ini kan yang kasihan orang tanpa gejala terus dibawa kerumah dan menularkan ke keluarganya, kejadian ini yang sekarang banyak terjadi di Kota Tarakan,” tutup Sofyan.(mt)

Artikel ini telah dibaca 397 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kibarkan Bendera LGBT, Hasan Basri Minta Pemerintah Indonesia Tegur Kedubes Inggris

24 Mei 2022 - 12:41 WITA

Petugas Lapas Tarakan Musnahkan Handphone Hasil Razia Gabungan

24 Mei 2022 - 11:40 WITA

Hati – Hati Bisa Meledak! Bom Sisa Perang Dunia Ke II Tak Ada Tanggal Kadaluwarsanya

24 Mei 2022 - 11:24 WITA

Bom Seberat Setengah Ton Dievakuasi Tim Jibom Satbrimob Polda Kaltara

23 Mei 2022 - 21:40 WITA

Silaturahmi dengan Warga Sulsel di Tarakan, Andi Rakhmat Ingin Melepas Kangen

23 Mei 2022 - 19:29 WITA

Warga Tarakan Temukan Bom Ukuran Jumbo Peninggalan Perang Dunia Ke II

23 Mei 2022 - 18:23 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!