Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 12 Jan 2021 18:08 WITA ·

BPOM Tekankan Suhu Penyimpanan Vaksin Covid-19 Harus Terjaga


Musthofa Anwari, Kepala Kantor BPOM di Kota Tarakan. Foto: fokusborneo.com Perbesar

Musthofa Anwari, Kepala Kantor BPOM di Kota Tarakan. Foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawalan dan pengawasan vaksin Covid-19, mulai dari distribusi, penyimpanan sampai vaksin digunakan.

Kepala Kantor BPOM di Kota Tarakan, Musthofa Anwari menjelaskan, pengunaan vaksin sesuai dengan standar dari WHO (World Health Organization) ada tiga hal yaitu adanya kasus kedaruratan di suatu negara, kedua penelitian ilmiah vaksin, dan ketiga adalah mutu.

“Dan BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin covid-19 dari sinovac atau yang disebut EUA (emergency authorization vaksin),” jelasnya, Selasa (12/1/2021).

Musthofa mengatakan, khusus di Kaltara pihaknya melakukan pengawalan dan pengawasan Vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Dan saat ini vaksin sudah berada di Kaltara dan disimpan di instalasi farmasi Dinas Kesehatan provinsi Kaltara.

“Vaksin kemarin dilewatkan melalui darat dari Balikpapan dan itu dikawal oleh Brimob dan pihak keamanan sampai dengan Kabupaten Bulungan dan disimpan di Instalasi farmasi provinsi Kaltara,” terangnya kepada awak media.

Penyimpanan vaksin di instalasi farmasi sesuai dengan instruksi pusat. Kemudian pada saat EUA keluar dari pusat maka langkah selanjutnya adalah setiap daerah menyiapkan perencanaan vaksinasi tahap pertama.

“Untuk teknis vaksinasi nanti ada kewenangan dari Dinas Kesehatan provinsi. Kaltara mendapatkan vaksin tahap pertama sebanyak 10.680 dosis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musthofa menegaskan, dalam rangka pengawasan BPOM menekankan vaksin harus disimpan pada suhu antara 2 sampai dengan 8 derajat celcius, jika suhunya lewat maka vaksin tidak ada manfaatnya.

“Itu yang kami tekankan suhu penyimpanan vaksin harus dijaga,” tegasnya.

Musthofa menambahkan, masa berlaku vaksin Covid-19 sampai dengan tahun 2023, artinya vaksin masih bisa digunakan sampai 3 tahun kedepan jika suhu penyimpanan vaksin terjaga dengan baik. (wic/iik)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Satu Bal Sabu Ditemukan di Lapas Tarakan, Diduga Dilempar Dari Luar dan Salah Sasaran

5 Desember 2021 - 15:37 WITA

FKKRT Tarakan Berkomitmen Dukung Program Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara

5 Desember 2021 - 14:18 WITA

Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangroove di Tarakan

5 Desember 2021 - 12:52 WITA

Musik Alam Fest 2K21, Gubernur Puji Kreativitas Anak Muda Kaltara

5 Desember 2021 - 12:32 WITA

Bupati Ibrahim Ali Manfaatkan Gedung Pemda Yang Terbengkalai

5 Desember 2021 - 06:34 WITA

Sekda Harapkan FKPPI Kaltara Jadi Ujung Tombak Hadapi Ancaman Non-Militer

4 Desember 2021 - 22:00 WITA

Trending di Advetorial