• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Buntut Kebijakan Gubernur, Pengerajin Batik Malinau Kebanjiran Order

by Redaksi
1 Maret 2021 14:55
in Daerah, Ekonomi
A A

Batik khas Malinau.Foto: Ist

MALINAU – Buntut kebijakan Gubernur baru provinsi Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang sejumlah pengerajin batik kebanjiran order kain batik.

Kebijakan tentang penggunaan baju batik khas Kaltara tersebut menjadi angin segar bagi pengerajin salah satunya di Kabupaten Malinau.

Baca Juga

Strategi “Perang Udara” Upaya BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan di Kalimantan

Sinergi dengan Media, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Literasi Jaminan Sosial di Kaltara 

BPOM Tarakan Gelar Uji Sampel Takjil di Sebengkok, 20 Sampel Dinyatakan Aman

Wali Kota Tarakan Pastikan Takjil di Pasar Ramadan Aman Dikonsumsi

Di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19, tentu kebijkan ini mendorong perekonomian masyarakat khususnya industri kecil batik lokal.

“Alhamdulilah, saat ini kita selalu memproduksi hingga 50 picis kain batik Malinau dan kita kebanjiran orderan sejak adanya kebijakan pak gubernur,” kata Sulowati, salah seorang pengrajin batik di Kabupaten Malinau.

Bahkan, pengrajin batik Kabupaten Malinau kewalahan menerima orderan batik dari ASN Pemprov Kaltara, belakangan ini. Meski merasa kewalahan dalam menerima permintaan pasar, namun Sulowati mengaku sangat berterima kasih dengan kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Kaltara.

Sulowati merasa kebijakan gubernur, telah banyak membantu perekonomian para pengrajin batik, sekaligus mendongkrak pasar untuk batik daerah.

“Baru menjabat sudah sangat membantu pengusaha kecil. Tentunya kita sangat bersyukur karena hal ini dapat menyelamatkan ekonomi para pengrajin di tengah pandemik Covid-19,” imbuhnya.

Sedangkan untuk harga, Sulowati menjelaskan ada variasi harga untuk batik khas Malinau, tergantung dari jenis kain dan motif dari batik yang dipesan oleh konsumen.

“Kalau batik biasa dan kualitas biasa harganya di angka Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Tapi yang biasa standar dipesan konsumen itu batik tulis kita, harganya Rp 350 ribu hingga Rp750 ribu, mahal tapi sesuai kualitas dan batik tulis ini yang memang paling banyak dicari,” katanya.

Mengenai motif batik, kata pemilik toko batik di Malinau, Tri Listiawan motif batik Busak Uwe kini menjadi pamor setelah dikenakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, belum lama ini.

“Kalau di Malinau sebenarnya sudah familiar dengan motif batik ini, namun tidak dengan yang di luar Malinau. Justru saat memesan batik ini, mereka malah bilangnya, saya ingin pesan batik motif Gubernur dan Wagub,” imbuhnya.

Ia pun tak heran dengan terkenalnya motif batik Busak Uwe setelah dibranding Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara.
“Secara tidak langsung malah membuat gubernur dan wagub, sebagai brandnya. Namun tidak masalah, karena hal itu juga yang membuat batik-batik Malinau menjadi terpasarkan,” ujarnya.

Sejak adanya kebijakan penggunaan batik daerah, Tri mengaku kebanjiran orderan, hingga ke seluruh wilayah Kaltara.

“Dulu pasaran kita hanya sekitar wilayah Malinau saja. Tapi sekarang sudah menjangkau seluruh wilayah Kaltara, karena banyak dari Tarakan, Nunukan, Bulungan dan KTT yang memesan ke pengrajin kita,” tutupnya. (*)

Tags: Batik khas MalinauborneoFB FokusborneoGubernurKaltaraKearifan lokalKebijakanMalinauPemprov Kaltara

Berita Lainnya

Daerah

Strategi “Perang Udara” Upaya BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan di Kalimantan

4 Maret 2026 11:17
Daerah

Sinergi dengan Media, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Literasi Jaminan Sosial di Kaltara 

3 Maret 2026 20:54
Daerah

BPOM Tarakan Gelar Uji Sampel Takjil di Sebengkok, 20 Sampel Dinyatakan Aman

3 Maret 2026 19:28
Daerah

Wali Kota Tarakan Pastikan Takjil di Pasar Ramadan Aman Dikonsumsi

3 Maret 2026 19:19
Daerah

Pasokan Air Balikpapan Dikebut, PTMB Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau dan Pertumbuhan Kota

3 Maret 2026 19:05
Daerah

Bupati Tana Tidung Tekankan Kesejahteraan Petani Plasma

3 Maret 2026 15:41
Next Post

Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Kota Yogyakarta

Tingkatkan Pelayanan, Polres Tarakan Canangkan Zona Integritas

Stimulus Listrik Maret Sudah Siap, Kini Bisa Dinikmati Lewat PLN Mobile

Stimulus Listrik Maret Sudah Siap, Kini Bisa Dinikmati Lewat PLN Mobile

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Penyesuaian Anggaran, 361 Tenaga Non-ASN DLH Tarakan Resmi Dialihdayakan

    Penyesuaian Anggaran, 361 Tenaga Non-ASN DLH Tarakan Resmi Dialihdayakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Putus Total, Polresta Bulungan Arahkan Jalur Alternatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bertemu Menteri PKP, Gubernur Kaltara Berhasil Perjuangkan 2.000 Unit Rumah Subsidi untuk Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMA Negeri 5 Tarakan Resmi Beroperasi, Kebutuhan Ruang Belajar Masih Jadi Tantangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Vamelia Ibrahim Sukses Pertahankan Riset Aplikasi BUSAK PAUD, Perkuat Pemantauan Literasi Anak Secara Terukur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Setelah Tertunda 13 Tahun, Pansus IV DPRD Kaltara Nyatakan Pembahasan Raperda Pengarusutamaan Gender Selesai

Setelah Tertunda 13 Tahun, Pansus IV DPRD Kaltara Nyatakan Pembahasan Raperda Pengarusutamaan Gender Selesai

4 Maret 2026 14:10
Jamin Stok BBM Jelang Idulfitri, Komisi III DPRD Kaltara Monitoring Fuel Terminal Tarakan

Jamin Stok BBM Jelang Idulfitri, Komisi III DPRD Kaltara Monitoring Fuel Terminal Tarakan

4 Maret 2026 12:13
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP