Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 21 Sep 2021 13:07 WITA ·

Target Pertahankan Akreditasi A, RSUD Tarakan Persiapkan Diri dengan Menggelar Pitstop Akreditasi SNARS Edisi 1.1


Plt Direktur RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro Sp.A membuka kegiatan Pistop Akreditasi SNARS Edisi 1.1 di lantai enam Gedung RSUD Tarakan, Senin (20/9/2021). (foto: IST) Perbesar

Plt Direktur RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro Sp.A membuka kegiatan Pistop Akreditasi SNARS Edisi 1.1 di lantai enam Gedung RSUD Tarakan, Senin (20/9/2021). (foto: IST)

TARAKAN – Seiring akan berakhirnya masa berlaku Akreditasi A yang disandang selama tiga tahun lalu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mengajukan lagi permohonan akreditasi.

Status akreditasi menjadi penting bagi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini karena bertujuan agar pelayanan rumah sakit mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan.

RSUD Tarakan sebelumnya telah meraih Akreditasi A yang merupakan level tertinggi dalam akreditasi nasional. Capaian itu ingin dipertahankan manajemen RSUD Tarakan.

Untuk itu, menjelang akreditasi, UPTD RSUD Tarakan menggelar Pitstop untuk menghadapi Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.1.

Tenaga Kesehatan RSUD Tarakan Mengikuti kegiatan Pistop Akreditasi SNARS Edisi 1.1 di lantai enam Gedung RSUD Tarakan, Senin (20/9/2021)

Kegiatan yang dimulai sejak Senin (20/9) dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro, Sp.A di Auditorium Lantai Enam RSUD Tarakan.

“Kita sudah lulus paripurna, ini harus dipertahankan, setelah ini berhasil kita harus akreditasi lanjut ke internasional,” ujar Franky Sientoro ditemui awak media usia pembukaan.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober ini diikuti seluruh tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Tarakan berjumlah kurang lebih 1.400 orang. Tujuannya untuk menguji wawasan dan kemampuan mereka agar mampu menjawab ketika asesor melaksanakan penilaian akreditasi di RSUD Tarakan.

“Seluruh pegawai rumah sakit yang sekitar 1.400 ini harus pernah bersentuhan, minimal bersentuhan dulu dengan tiga ini (kelompok kerja). Habis ini balik lagi yang dibelakangnya sampai semua pokja itu terulang memorinya,” tuturnya.

“Kita lihat anak-anak tadi dengan posisi yang berbeda, perawat, dokter, apa semua, mereka bisa menjawab. Harapan kita nanti pada waktu penilaian akreditasi kalau datang asesornya menanyakan, harus sesuai,” tuturnya.

Manajemen RSUD Tarakan sendiri terus berupaya meningkatan kualitas pelayanannya. Di antaranya dengan mengikuti penilaian akreditasi. Tidak hanya di tingkat nasional, pihaknya juga akan mengejar akreditasi internasional.

Di samping itu, RSUD Tarakan juga berupaya meningkatkan tipe rumah sakit dari saat ini tipe B, menuju tipe B pendidikan, sekaligus turut mempersiapkan rencana Universitas Borneo Tarakan membuka fakultas kedokteran.

“UBT kan ada rencana ke depan seperti itu. Kalimantan Utara secara riil kan RSUD Tarakan rumah sakit tipe B, yang lainnya tipe C. Maka harus dipersiapkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Herlinda membeberkan kegiatan ini berlangsung selama 15 hari, mulai 20 September hingga 8 Oktober 2021 yang dipertuntukkan bagi seluruh pegawai RSUD Tarakan baik dokter, perawat, tenaga penunjang, tenaga analis, nutrisionis, administrasi hingga security.

“Rata-rata per hari itu 80 peserta, kita bagi, karena kita dalam keadaan kondisi covid, kita atur mulai dari jam 8 sampai jam 12 itu 40 orang. Nanti dari jam 1 sampai jam 4 sore kita atur sedemikian rupa,” ujar Herlinda.

Tidak menutup kemungkinan jika masih ada pegawai yang belum sempat mengikuti, pihaknya akan menambah waktu pelaksanaan.

Adapun materi yang diberikan, menurut Herlinda, masing-masing koordinator pokja dan jajarannya yang memberikan soal. Untuk saat ini diikuti Pokja Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pokja Pencegehan dan Pengendalian Inveksi (PPI) dan Pokja Safety.

“Kegiatan ini menyenangkan. Jadi tidak ada tekanan dari teman-teman. Silakan hadir kemudian penandatanganan komitmen, foto bersama, kalau tidak bisa menjawab hari ini tidak ada masalah, nanti remedial,” tuturnya. (adv)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda Ke-93, Jamhari: Pemuda Harus Bangkit di Tengah Pandemi

28 Oktober 2021 - 08:58 WITA

Uji Kemampuan Fisik Prajurit,Kodim 0907/Trk Gelar Garjas Periodik II

28 Oktober 2021 - 06:15 WITA

Bentuk Kepedulian, Kodim 0907/Tarakan Berikan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran

27 Oktober 2021 - 20:46 WITA

Desa Bandan Bikis Sambut Baik Program Gebyar Pemda KTT

27 Oktober 2021 - 18:15 WITA

Ketua TP-PKK Rachmawati Zainal akan Promosikan Batik Kaltara ke Ajang Nasional

27 Oktober 2021 - 17:29 WITA

1.000 Unit Rumah ASN Pemprov Dibangun Tahun Depan

27 Oktober 2021 - 17:21 WITA

Trending di Advetorial