TANA TIDUNG – Dirut PDAM Aki Yambir Tana Tidung, Winarno menyatakan kerusakan pipa intake mengakibatkan layanan air bersih kepada sekitar 60 persen pelanggan terganggu untuk sementara. Perbaikan ditaksir memakan waktu 2-3 hari.
Menurut Winarno, saat ini sedang dilakukan pekerjaan penggantian pipa intake (Pipa produksi yang menyedot dari sungai ke tangki pengolahan) karena pipa bocor makanya tidak bisa produksi air
“Ada sekitar 60 persen pelanggan, terutama di Kecamatan Sesayap yang untuk sementara layanannya terganggu,” kata winarno Dirut PDAM Aki Yambir Tana Tidung kepada fokusborneo.com, Rabu (10/11/2021).
Lokasi intake yang rusak terlindas eksavator pembangunan drainase di daerah Sedulun Kecamatan Sesayap.
Winarno menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbaiki dan mengganti pipa intake yang bocor di lokasi Sedulun sehingga pelayanan air bersih bisa segera kembali normal.
Ia menyatakan, dirinya menerima laporan terjadi pipa Intake yang rusak sore tadi dan langsung cek ke lokasi dan segera bertindak dan melakukan langkah perbaikan.
“Petugas teknis yang hadir di lokasi kerusakan pipa intake melakukan beberapa tahapan pekerjaan, mulai dari mengosongkan aliran air hingga mengganti pipa yang bocor dengan pipa baru,” katanya.
Petugas teknis dari PDAM berusaha semaksimal mungkin melakukan perbaikan dan penggantian pipa intake, agar pekerjaan tersebut selesai dalam waktu satu hari.
Winarno juga menginstruksikan kepada jajaran PDAM, untuk sementara menyuplai air bersih kepada pelanggan yang layanannya terganggu menggunakan mobil tangki.
“Sebaiknya, pelanggan mengantisipasi untuk bisa menampung persediaan air dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Winarno juga menyatakan dirinya telah mengingatkan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan pembangunan drainase agar mengevaluasi pekerjaannya, untuk lebih berhati-hati dalam bekerja, sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini.
“Kebocoran pipa intake tersebut berdampak pada pelayanan air bersiih di wilayah Kecamatan Sesayap Desa Tideng Pala induk, Tideng Pala Timur dan Sedulun,” pungkasnya. (her/Iik)














Discussion about this post