Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 1 Des 2021 11:41 WITA ·

Polisi Periksa 17 Saksi, Penemuan 3 Korban di Perairan Pamusian Murni Laka Laut


Polair Polres Tarakan Gelar Press Release Hasil Penyidikan Penemuan 3 Mayat di Perairan Tarakan. foto: fokusborneo.com Perbesar

Polair Polres Tarakan Gelar Press Release Hasil Penyidikan Penemuan 3 Mayat di Perairan Tarakan. foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Setelah dilakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi saksi, Polisi menetapkan penemuan 3 mayat di perairan muara Pamusian, Kota Tarakan, pada 13 November 2021 lalu disebabkan oleh tabrakan antara speedboat.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Polair Polres Tarakan, AKP Kamson Sitanggang menjelaskan bahwa kepolidian sudah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi – saksi sebanyak 17 orang dan rencana akan bertambah 2 orang lagi di lapangan.

“Kejadian penemuan mayat yang terjadi di perairan Pamusian adalah murni laka laut yang diduga tubrukan antara speedboat,” ungkap Kamson Sitanggang, Selasa (30/11/2021).

Selain keterangan saksi-saski yang tersebut juga dikuatkan penemuan barang bukti yang diduga milik korban, berupa tas, 3 handphone, 4 gentong atau tempat ikan, bangku speedboat yang diduga milik korban, jerigen minyak dan dan penutup mesin speedboat dalam keadaan rusak.

Namun saat ini, kepolisian masih belum bisa menemukan speedboat korban maupun speedboat lawan tabrakan bahkan sudah dilakukan pencarian menggunakan jaring trawl bersama keluarga dan nelayan.

Badan speedboat kita sudah berusaha mencari menggunakan jaring trawl tapi belum ditemukan, tapi barang bukti seperti tas dan uang tunai sebesar Rp 5.867.000 dikenali keluarga korban,” katanya.

Lebih lanjut, AKP Sitanggang mengatakan dari keterangan saksi, sebanyak 13 saksi saat kejadian menerangkan atau menjelaskan mendengar suara tubrukan, kemudian melihat serpihan bodi speedboat akan tetapi serpisan tersebut sudah tenggelam.

Karena posisi kejadian pada malam hari, saksi yang kebetulan crew kapal yang berlabuh di sekitar lokasi hanya mendengar suara orang minta tolong, karena kapal berukuran besar maka perlu waktu untuk manuver dan menuju sumber suara.

“Kita belum tahu siapa (minta tolong) kita masih proses lidik,” tegasnya.

Sementara terkait dengan hasil visum, pihak kepolisian juga masih menunggu dokter forensik rumah sakit. Terkait dengan isu yang berkembang dimasyarakat bahwa adanya luka dan lain-lain pada tubuh korban, sampai saat ini kepolisian masih menunggu hasil visum. (wic/iik)

Artikel ini telah dibaca 263 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu Gelar Aksi Damai Minta Edy Mulyadi Cs Ditangkap

25 Januari 2022 - 10:17 WITA

Gubernur dan Bupati Jajal Sirkuit Balap Bumi Rahayu

25 Januari 2022 - 10:14 WITA

FKUI Yakin Pemerintah Berikan Solusi

24 Januari 2022 - 20:56 WITA

Diapresiasi Pemerintah, YFKAB Fokus Tiga Pilar

24 Januari 2022 - 18:31 WITA

Pimpin Apel, Wagub Tekankan ASN Junjung Nilai Baik dan Positif

24 Januari 2022 - 16:55 WITA

Trending di Daerah