Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 13 Jan 2022 20:04 WITA ·

Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama, Kunci Tingginya Indeks Kebahagiaan Kaltara


Mengenakan singal, Gubernur Zainal mengikuti permainan khas suku Dayak Kaltara. Foto : Dkisp Kaltara Perbesar

Mengenakan singal, Gubernur Zainal mengikuti permainan khas suku Dayak Kaltara. Foto : Dkisp Kaltara

Tanjung Selor- Indeks Kebahagiaan masyarakat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang duduk pada peringkat dua se-Indonesia, meningkat di era Gubernur, Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur, Yansen TP memimpin daerah dengan julukan Benuanta ini. Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, Indeks Kebahagiaan masyarakat Kalimantan Utara mencapai 76,33 poin. Angka tersebut meningkat 3 poin dari nilai tahun 2017 (73,33).

“Kebahagiaan ini kita lihat bukan pada sisi material, namun kita melihat sisi sosial yang relatif aman saat ini, serta kerukunan masyarakat dan umat beragama yang terjaga sangat baik serta toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarakat yang sangat baik,” ujar Gubernur saat diwawancarai Jurnalis DKISP dan TVRI Kaltara.

Menurutnya pencapaian Kaltara ini merupakan satu dari sekian indikator peningkatan taraf hidup masyarakat Kaltara serta menjadi data acuan Pemprov dalam mengambil keputusan strategis untuk masyarakat.

“Kita mengupayakan pembinaan di bidang keagamaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM juga menjadi faktor yang harus kita jaga agar bisa menambah penghasilan sehari-hari mereka (masyarakat, red). Kita pemerintah akan terus berinovasi agar bagaimana masyarkat bisa hidup lebih baik,” tambahnya.

Dari sisi pendidikan Gubernur Zainal kembali mengingatkan visi-misi Kaltara Berubah, Maju, dan Sejahtera yang mana salah satu program prioritasnya wajib belajar 16 tahun.

“Tahun ini kita akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan, yang mana begitu banyak tamatan Sekolah Lanjutan Menengah Pertama (SLTP) yang belum tertampung di sekolah menengah atas/kejuruan sehingga kita berupaya membangun sekolah agar mereka belajar dengan baik dan nyaman,” jelas gubernur.

Terobosan lainnya bersama Kementerian Agama Wilayah Kaltara, Pemprov terus menjalin komunikasi agar segera terbangun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di provinsi perbatasan negara ini.

“Tinggal menunggu keputusan Bapak Menteri Agama. Otomatis bukan hanya gedung, tentu para pendidik juga akan kita siap tingkatkan kemampuannya. Khusus bagi yang SMA harus memiliki pendidikan strata atau perguruan tinggi,” pungkasnya terkait masa depan dunia pendidikan Kaltara. (Chai/DKISPKaltara)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu Gelar Aksi Damai Minta Edy Mulyadi Cs Ditangkap

25 Januari 2022 - 10:17 WITA

Gubernur dan Bupati Jajal Sirkuit Balap Bumi Rahayu

25 Januari 2022 - 10:14 WITA

FKUI Yakin Pemerintah Berikan Solusi

24 Januari 2022 - 20:56 WITA

Diapresiasi Pemerintah, YFKAB Fokus Tiga Pilar

24 Januari 2022 - 18:31 WITA

Pimpin Apel, Wagub Tekankan ASN Junjung Nilai Baik dan Positif

24 Januari 2022 - 16:55 WITA

Trending di Daerah