BULUNGAN -Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, SE, M.Si membuka Festival Imlek dan Cap Go Meh di Taman Tepian Sungai Kayan depan Klenteng Jl Jend Sudirman pada Rabu (1/2).
Cap Go Meh yang dalam bahasa Hokkien berarti malam ke lima belas merupakan tradisi perayaan di hari ke 15 paska Imlek.
Dijelaskan, para perayaan Imlek biasanya warga Tionghoa akan datang ke Klenteng atau Vihara untuk berdoa. Sedangkan pada saat Cap Go Meh mereka mengadakan pertunjukan barongsai atau lampion kemudian berkumpul bersama menikmati hidangan wajib berupa kue keranjang.
Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada dewa tertinggi di dinasti Han dan menurut ajaran Konghucu, Cap Go Meh dirayakan dalam rangka untuk mendoakan orangtua dan menyampaikan permohonan kepada Tuhan atau Tian.

“Festival Imlek dan Cap Go Meh ini merupakan lambang kegembiraan dan kehangatan, yang mengandung konsep keperdulian terhadap keluarga, menghormati orangtua dan mengasihi anak-anak, serta mementingkan kerukunan, persatuan, dan keharmonisan,†ucap Wabup.
Baca Juga : Pererat Tali Silaturahmi, Pemkab Malinau Gelar Perayaan Natal GabunganÂ
Dilanjutkan, momen Cap Go Meh diharapkan dapat mengajak seluruh elemen masyarakat di Bulungan untuk tetap rukun dan bersatu dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.
“Saya berharap makna dari kegiatan Cap Go Meh ini mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan kebersamaan. saling mengerti, saling menghormati dan saling mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, golongan dan status sosialnya,†pesan Wabup didampingi Sekretaris Daerah serta jajaran Forkopimda Bulungan.(*)














Discussion about this post