TANA TIDUNG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Tidung terus melakukan berbagai program dan inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tana Tidung, Iwanto menjelaskan untuk program perpustakaan nantinya akan disiapkan pojok baca, kemudian ruang diskusi, hingga ruang literasi.
Selain itu, pihaknya siap mendukung program – program yang ada di desa salah satunya taman bacaan masyarakat (TBM) yang terus digencarkan Pemerintah Daerah dan Bunda Paud KTT.
“Saya lihat ini sudah ada 32 desa yang mempunyai TBMnya semuanya sudah berjalan. Kita siap mendukung itu,” ujarnya kepada fokusborneo.com.
Terkait dengan jumlah buku, diakui Iwanto bahwa jumlah buku di Perpustakaan daerah masih terbatas sehingga perlu ditingkatkan. Tahun ini sudah ada anggaran dari APBD untuk menambah buku kemudian ada hibah buku.
Baca Juga : Kodim dan Awak Media di Tana Tidung Berbagi Takjil GratisÂ
“Untuk koleksi buku kita punya sekitar kurang lebih tiga ribuan buku yang ada di perpustakaan. Kalau diliat minat baca lumayan bagus rata rata itu dalam 1 hari yang berkunjung kurang lebih 10 orang ada peningkatan dari tahun lalu,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan program Kearsipan pihaknya sedang melakukan pengawasan dan pembinaan terutama masalah keamanan kearsipan.
“Karena kita tau bahwa arsip adalah merupakan sebagian besar ada dokumen negara yang harus di amankan oleh sebab itu kita harus ada pengamanan tentang arsip. Bicara tentang kearsipan banyak di dalamnya ada arsip dinamis, status kemudian ada berbagai macam hal di dalamnya termasuk arsip dokumen dokumen negara,” terangnya.
“Arsip ini harus tertib administrasi supaya begitu kita memerlukannya mudah untuk mencarinya. Dan sudah ada peraturan Bupati sehingga semua administrasi surat menyurat semua dinas sama,” sambungnya.
Lebih lanjut, Iwanto menambahkan pihaknya melalui Pemda sudah mengusulkan pembangunan gedung baru Perpustakaan dan Kearsipan melalui pemerintah pusat.
“Saat ini sudah tahap proses perencanaan. Rencana di tahun 2024 sudah ada fisik bangunannya mudah mudahan tidak ada kendala, anggaran yang diajukan sekitar Rp 11 Milliar,” pungkasnya. (her/Iik)












Discussion about this post