BALIKPAPAN – Kloter pertama calon jamaah haji (CJH) asal Balikpapan, dilepas Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Balikpapan, Masrivani di Masjid Balikpapan Islamic Center, Senin (5/5/2025).
Sebanyak 356 CJH ini rencananya akan diterbangkan ke Madinah, pada Selasa dini hari pukul 05.00 wita melalui Bandara SAMS Balikpapan dengan Garuda Indonesia 4101. Pelepasan ditandai dengan pemakaian rompi kepada jemaah tertua dan termuda yang diikuti calon jemaah haji lainnya.
“Pesan saya, para calon jamaah agar menjaga kesehatan dan fokus pada ibadah selama di Tanah Suci. Kami semua mendoakan, semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat wal afiat. Insyaallah, amin,” ujar Rahmad Mas’ud.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para jamaah memperbanyak ibadah dan zikir serta tidak melakukan hal yang tidak perlu selama menjalankan ibadah. Sehingga, bisa menjaga waktu dan kondisi tubuh dengan baik.
“Tujuan kita ke Tanah Suci ini untuk beribadah kepada Allah. Jadi, jangan macam-macam dan fokus ibadah. Saya tahu godaan terbesar, terutama bagi ibu-ibu, adalah berbelanja. Tapi belanjalah secukupnya saja, jangan berlebihan,” tuturnya.
Jumlah CJH asal Balikpapan pada musim haji tahun ini keseluruhan ada sekitar 500 orang yang terbagi dalam beberapa kloter. Meski demikian, ia meminta para jamaah tetap menjaga kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
Ia tambahkan, dalam situasi ibadah seperti ini, solidaritas sangat dibutuhkan. Terutama CJH yang berasal dari daerah yang sama. Harus saling berkoordinasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat sedang menjalankan ibadah haji.
“Kita adalah satu kesatuan. Maka saling tolong-menolong, saling menjaga. Mungkin nanti ada yang kehilangan barang atau kesulitan, jadi harus saling bantu,” katanya.
Rahmad mengungkapkan, kondisi ibadah haji tahun ini kemungkinan tidak seberat tahun 2024 lalu. Diperkirakan suhu tidak lebih panas dibandingkan tahun lalu. Sehingga ibadah diharapkan tidak terganggu denagn kondisi cuaca.
“Kalau tahun lalu saat wukuf, suhu bisa mencapai 50 derajat Celsius. Tahun ini diperkirakan hanya sekitar 40-an derajat, jadi kemungkinan akan lebih ringan. Tapi, saya minta para jamaah tetap waspada dan jaga kesehatan terutama ketika sedang menjalankan ibadahnya,” tandasnya. (*)













Discussion about this post