• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Kesadaran Pola Asuh, Tantangan Penanganan Stunting di Balikpapan

by Redaksi
20/10/2025
in Daerah, Pemkot Balikpapan
A A

5. Pemeriksaan berat dan tinggi badan balita dalam kegiatan rutin posyandu di Balikpapan.

BALIKPAPAN, Fokusborneo.com  – Meski berbagai program intervensi dijalankan pemerintah, kasus stunting di Balikpapan belum sepenuhnya teratasi. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan bergizi dan pola asuh anak dinilai menjadi faktor dominan.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan sebagian besar kasus stunting tidak selalu disebabkan oleh kemiskinan. Banyak ditemukan kasus di keluarga dengan ekonomi menengah, tetapi pola makan anak tidak seimbang dan perhatian terhadap gizi masih rendah.

Baca Juga

Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, PAUD hingga SMP Tana Tidung BDR

Muktamar NU ke-35 Usai, PCNU Kota Tarakan Ajak Jemaah Perkokoh Ukhuwah dan Dukung Hasil Keputusan

Gotong Royong Penanganan Karhutla

Numerasi Pelajar Masih Rendah, Ibrahim Ali Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Belajar

“Sering kali masalahnya bukan pada kemampuan ekonomi, tapi pada kebiasaan keluarga. Banyak yang masih menganggap anak sudah cukup makan, padahal asupan gizinya tidak seimbang,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Menurut Alwiati, perubahan pola pikir keluarga menjadi kunci penting dalam menurunkan angka stunting. Ia menekankan agar orang tua, terutama ibu, aktif menyiapkan makanan bergizi di rumah tanpa bergantung pada bantuan atau produk instan.

“Anak harus dibiasakan makan makanan rumahan. Tidak perlu mahal, yang penting bergizi dan dibuat dengan bersih. Misalnya telur, tahu, sayur, atau ikan segar, itu sudah cukup,” katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan makan bersama keluarga juga berperan besar dalam meningkatkan semangat makan anak.

“Ketika anak makan bersama orang tuanya, suasana jadi lebih hangat dan anak lebih bersemangat untuk menghabiskan makanannya,” sambungnya.

Selain faktor gizi, sanitasi lingkungan turut berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Wilayah dengan kondisi sanitasi buruk cenderung memiliki kasus stunting lebih tinggi karena anak rentan terserang diare dan infeksi.

“Percuma gizinya bagus kalau airnya kotor atau lingkungan tidak bersih. Anak bisa sering sakit dan berat badannya sulit naik,” tegasnya.

Dinas Kesehatan memastikan akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui posyandu, kader kesehatan, dan kegiatan penyuluhan lintas sektor.

“Harapannya, kesadaran masyarakat dalam menjaga gizi dan pola asuh dapat meningkat, jadi angka stunting di Balikpapan bisa terus ditekan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj. Iim, menilai upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu. Peran ayah dalam pembentukan karakter dan kebiasaan anak di rumah juga sama pentingnya.

“Selama ini fokusnya selalu pada ibu. Padahal, ayah juga punya peran besar dalam pendidikan keluarga dan pembentukan kebiasaan anak,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran ayah dalam aktivitas sehari-hari, seperti menemani anak makan atau bermain, memiliki dampak besar terhadap perkembangan emosional dan sosial anak.

“Kalau ayah ikut terlibat, anak merasa lebih diperhatikan dan termotivasi. Ini juga bagian dari upaya mencegah stunting secara menyeluruh,” katanya.(*)

 

 

Tags: BalikpapanDinas KesehatanDPRD BalikpapanGizi AnakGizi SeimbangKeluarga SehatKesehatanpola asuhSanitasiStunting

Berita Lainnya

Daerah

Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, PAUD hingga SMP Tana Tidung BDR

2 September 2026 10:53
Daerah

Muktamar NU ke-35 Usai, PCNU Kota Tarakan Ajak Jemaah Perkokoh Ukhuwah dan Dukung Hasil Keputusan

2 September 2026 10:39
Daerah

Gotong Royong Penanganan Karhutla

1 September 2026 20:10
Daerah

Numerasi Pelajar Masih Rendah, Ibrahim Ali Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Belajar

1 September 2026 17:01
Daerah

Kualitas Udara Menurun, Bupati Tana Tidung Ingatkan Risiko ISPA

1 September 2026 16:47
Daerah

DKISP Kaltara Perkuat Kompetensi Digital ASN dan Tenaga Pendidik melalui Sertifikasi Ruijie

1 September 2026 16:01
Next Post

Gotong Royong TNI dan Warga, Pembangunan TMMD Tembus 52 Persen

Tumbangkan Wakil Maluku, Agustina Buka Peluang Emas untuk Kaltara

Kaltara Deflasi, BI Optimis Stabilitas Harga Terus Terjaga

Kaltara Deflasi, BI Optimis Stabilitas Harga Terus Terjaga

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Asap Tebal, Super Air Jet Batal Mendarat di Bandara Juwata Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capai Indeks 101, Kualitas Udara Tarakan Berstatus Tidak Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Gubernur Ajak Jaga Kerukunan Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

2 September 2026 19:59
Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

2 September 2026 19:42
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP