BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman, menegaskan rencana penambahan taman, terutama di wilayah Balikpapan Utara, masih sangat bergantung pada ketersediaan lahan dan kemampuan anggaran daerah.
Pernyataan ini disampaikan saat Sudirman meninjau sejumlah taman eksisting di kota, sekaligus menilai kondisi sarana dan fasilitas bermain anak yang ada.
Menurut Sudirman, kebutuhan ruang terbuka hijau dan taman ramah anak di Balikpapan Utara cukup tinggi. Wilayah ini mengalami peningkatan kepadatan penduduk dan minimnya lahan publik yang bisa dimanfaatkan untuk bermain dan berinteraksi sosial.
Meski demikian, ia menegaskan pembangunan taman baru tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
“Penambahan taman di Balikpapan Utara sangat tergantung pada ketersediaan lahan. Kalau lahannya ada, tentu bisa kita jadikan taman. Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Sudirman menjelaskan, alokasi APBD untuk DLH relatif terbatas, sehingga fokus utama saat ini adalah menjaga kualitas taman yang sudah ada agar tetap terawat, bersih, dan fungsional.
“Anggaran kita terbatas. Jadi fokus kami di DLH saat ini adalah merawat taman-taman yang sudah ada. Perawatan ini mencakup pemangkasan pohon, perbaikan fasilitas bermain anak, penataan lanskap, hingga kebersihan rutin. Semua ini penting agar taman tetap nyaman dan aman bagi warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan taman ramah anak bukan hanya soal tempat bermain. Taman juga menjadi ruang belajar informal, sarana pengembangan kreativitas anak, sekaligus ruang interaksi sosial bagi keluarga.
“Taman ramah anak sangat penting. Anak-anak harus punya tempat bermain yang aman, nyaman, dan lengkap dengan fasilitas yang layak. Taman juga menjadi ruang bagi keluarga untuk berkumpul, berolahraga, dan membangun interaksi sosial yang positif,” tegas Sudirman.
Selain fokus pada perawatan taman eksisting, DLH juga tengah menjajaki berbagai peluang kerja sama. Pemerintah kota berharap dapat bekerja sama dengan kelurahan, kecamatan, serta pihak swasta untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong sebagai kawasan hijau baru.
Dengan pendekatan ini, penambahan taman di Balikpapan Utara diharapkan dapat terealisasi secara bertahap, sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Sudirman menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menjaga taman. Ia mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, merawat fasilitas bermain, dan memanfaatkan taman dengan bijak.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Taman bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik bersama. Mari kita jaga kebersihan, fasilitas, dan keamanan agar taman benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Sudirman mengungkapkan bahwa DLH juga tengah merencanakan inovasi dalam pengelolaan taman. Beberapa konsep yang tengah dikaji antara lain taman tematik, taman edukasi lingkungan, dan taman yang dilengkapi fasilitas olahraga sederhana untuk anak-anak hingga dewasa.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi taman, tidak hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan olahraga bagi warga.
“Kita ingin setiap taman memiliki fungsi ganda: tempat bermain anak, ruang hijau, dan area edukasi. Selain itu, taman juga bisa menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Dengan konsep ini, diharapkan warga lebih menghargai taman dan mau ikut menjaga fasilitas yang ada,” jelasnya.
Sudirman menambahkan, pengembangan taman baru akan tetap menjadi prioritas jangka panjang DLH. Namun untuk saat ini, pemeliharaan taman eksisting menjadi fokus utama agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara maksimal.
“Kami optimis, dengan dukungan masyarakat, partisipasi swasta, dan koordinasi lintas sektor, penambahan taman di Balikpapan Utara akan bisa diwujudkan secara berkelanjutan. Tetapi saat ini, yang paling penting adalah memastikan taman yang ada tetap terawat dan bermanfaat bagi warga,” tutup Sudirman. (oc)















Discussion about this post