• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Keajaiban Rafflesia di Krayan: Mekar Rutin di Tengah Aktivitas Warga

by Redaksi
24 November 2025 21:16
in Daerah
A A

Bunga Rafflesia pricei mekar di kawasan Desa Pa’ Kidang, Krayan Barat, Nunukan, yang berada tak jauh dari jalur wisata Buduk Udan dan permukiman masyarakat.

NUNUKAN, Fokusborneo.com — Di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatera, menyaksikan bunga Rafflesia mekar masih dianggap momen langka. Para peneliti, pegiat lingkungan, hingga wisatawan sering membutuhkan keberuntungan ekstra, penelusuran panjang ke dalam hutan, dan pemantauan berbulan-bulan untuk melihat mekarnya bunga raksasa itu.

Namun kondisi berbeda terlihat di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kalimantan Utara. Di wilayah ini, Rafflesia pricei lebih sering ditemukan, bahkan tumbuh di lokasi yang berdekatan dengan permukiman masyarakat.

Baca Juga

Kemitraan Sawit Dimulai, Bupati Tana Tidung Resmikan Plasma di Desa Sambungan

Gubernur Kaltara Tutup Konreg PDRB Kasulampua 2026, Tegaskan Arah Kebijakan Pembangunan Kawasan Timur

Suara dari Perbatasan Menggema di Jakarta, Mahasiswa Kaltara Tuntut Perhatian Pemerintah

Gubernur Kaltara: UMKM Jadi Penggerak Utama PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Populasi Rafflesia pricei banyak dijumpai di sektor Krayan, terutama di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan. Lokasi wisata unggulan desa tersebut, Buduk Udan, berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut.

Jalur pendakian menuju puncak menempuh jarak sekitar 5 kilometer. Saat perjalanan kembali, pengunjung diarahkan melewati rute yang bersinggungan langsung dengan habitat alami Rafflesia pricei, sehingga peluang melihat bunga mekar semakin besar dalam satu titik.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menyampaikan bahwa meski keberadaannya relatif mudah ditemukan, karakter biologis Rafflesia tetap sulit diprediksi.

“Mekarnya Rafflesia pricei tidak dapat diprediksi seperti tumbuhan pada umumnya. Berdasarkan hasil data monitoring, Rafflesia pricei paling sering berbunga pada bulan Agustus. Namun masih perlu monitoring berkala untuk memastikan seberapa sering Rafflesia pricei mekar,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Hasil pemantauan Balai TNKM menunjukkan kemunculan Rafflesia pricei saat ini tercatat di SPTN Wilayah I Long Bawan, yaitu di Desa Long Api dan Tang Paye; di SPTN Wilayah II Long Alango di Desa Rian Tubu; dan di SPTN Wilayah III Long Ampung di Desa Paliran. Monitoring paling sering dilakukan di sektor Long Bawan, termasuk di Desa Pa’ Kidang yang kini menjadi salah satu pusat ekowisata taman nasional.

Seno menambahkan bahwa masyarakat Desa Pa’ Kidang telah membentuk kelompok wisata Pa’ Kidang Makmur.

“Dalam mendukung upaya pengembangan ekowisata, Balai TNKM melakukan kegiatan pelatihan kepemanduan serta memberikan bantuan sarana prasarana berupa shelter dan papan informasi dan interpretasi,” jelasnya.

TNKM juga membentuk kelompok monitoring khusus untuk Rafflesia pricei agar masyarakat dapat menentukan waktu kemungkinan mekarnya bunga sehingga wisatawan memiliki peluang menyaksikan antesis secara langsung.

Perjalanan pelestarian Rafflesia pricei di Krayan berangkat dari pendekatan sosial dan budaya. Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menuturkan bahwa hubungan masyarakat dengan bunga ini telah mengalami perubahan besar. Ia mengungkapkan bahwa dulu Rafflesia tidak memiliki nilai khusus dalam tradisi masyarakat.

“Menurut cerita masyarakat, sebelum mengetahui bahwa Rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi, masyarakat memanfaatkan bunga Rafflesia untuk pakan anjing ketika di dalam hutan,” ujarnya.

Kini situasinya berbeda. Masyarakat justru menjadi penjaga Rafflesia pricei melalui tim monitoring di Resor Krayan dan melalui aktivitas wisata lokal. Budaya juga ikut bertransformasi, salah satunya replika dan gambar Rafflesia kini digunakan sebagai properti dalam tarian Dayak Lundayeh, menjadikannya simbol baru yang menghubungkan identitas adat dengan konservasi alam.

Selain nilai wisata dan budaya, keberadaan Rafflesia pricei menjadi indikator kesehatan hutan TNKM.

“Adanya Rafflesia pricei menandakan bahwa fungsi ekologis hutan TNKM masih terjaga dengan baik. Hal tersebut dikarenakan Rafflesia merupakan tumbuhan yang sensitif terhadap gangguan,” ujar Hery.

TNKM yang dikelola melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, dan mitra konservasi terus mendorong pemanfaatan wisata alam berbasis perlindungan ekosistem. Seno Pramudito menyebut harapannya ke depan.

“Kami berharap destinasi wisata di Desa Pa’ Kidang, khususnya Buduk Udan, dapat dikembangkan dan dilestarikan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami juga mengharapkan para mitra dan pemerintah daerah mendukung pengembangan destinasi wisata di Desa Pa’ Kidang ini,” tegasnya.

Sementara di berbagai daerah lain bunga Rafflesia hanya sesekali ditemukan dan menjadi simbol penantian panjang, Krayan memperlihatkan hubungan yang berbeda. Bunga langka itu tumbuh berdampingan dengan kehidupan masyarakat dan menjadi alasan mereka menjaga hutan tetap bernapas.(**)

Tags: Buduk Udan KrayanBunga langka IndonesiaEkowisata Pa’ KidangRafflesia Kayan MentarangRafflesia pricei KrayanTNKM Kalimantan Utara

Berita Lainnya

Daerah

Kemitraan Sawit Dimulai, Bupati Tana Tidung Resmikan Plasma di Desa Sambungan

16 April 2026 08:55
Daerah

Gubernur Kaltara Tutup Konreg PDRB Kasulampua 2026, Tegaskan Arah Kebijakan Pembangunan Kawasan Timur

15 April 2026 21:00
Daerah

Suara dari Perbatasan Menggema di Jakarta, Mahasiswa Kaltara Tuntut Perhatian Pemerintah

15 April 2026 20:56
Daerah

Gubernur Kaltara: UMKM Jadi Penggerak Utama PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

15 April 2026 20:05
Daerah

Gubernur Kaltara Canangkan Zona Integritas, Tegaskan Komitmen Birokrasi Bersih dan Akuntabel

15 April 2026 19:58
Ketua TP PKK Balikpapan Raih Anugerah Puspa Bangsa, Bukti Nyata Peran Perempuan
Daerah

Ketua TP PKK Balikpapan Raih Anugerah Puspa Bangsa, Bukti Nyata Peran Perempuan

15 April 2026 19:43
Next Post

Beri Surat Teguran Saat Razia, Upaya Satlantas Polres Tarakan Tekan Pelanggaran Lalulintas

Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Padamnya “Pelita”: Ketika “Api” Kebodohan Lebih Didengar daripada Suara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Dorong Kinerja Unggul, PT Pertamina Hulu Indonesia Tekankan Pentingnya Kesehatan Fisik-Mental Pekerja Migas

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Polemik PHK Petugas Kebersihan Tarakan: DPRD Kecam PT Meris Tak Manusiawi, DLH Akui Dilema Anggaran

    Polemik PHK Petugas Kebersihan Tarakan: DPRD Kecam PT Meris Tak Manusiawi, DLH Akui Dilema Anggaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadis Disdikbud Tana Tidung Peringatkan Sekolah Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Dirinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ORKI Kaltara Targetkan Pembentukan Pengurus di Seluruh Kabupaten dan Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Karyawan Sering Menunggak, Komisi I DPRD Tarakan Warning Manajemen PT Siantar Tara Sejati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Instruktur Berkarakter dan Profesional, ORKI Kaltara Gelar TFI Batch 2 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kemitraan Sawit Dimulai, Bupati Tana Tidung Resmikan Plasma di Desa Sambungan

16 April 2026 08:55
Konser Road to 165 Tahun HKBP di IKN Perkuat Harmoni dan Inklusivitas Nusantara

Konser Road to 165 Tahun HKBP di IKN Perkuat Harmoni dan Inklusivitas Nusantara

15 April 2026 21:15
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP