TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Usaha peternakan ayam petelur dinilai semakin menjanjikan baik penjualan telur maupun dari ayam yang tidak produktif. . Hal tersebut disampaikan, Hendra, manajemen Farabi Farm, salah satu peternakan ayam petelur yang berlokasi di Desa Maning, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, pada Kamis (20/11/2025).
Hendra menjelaskan, permintaan masyarakat terhadap telur terus meningkat setiap tahun. Selain sebagai bahan pangan pokok, telur juga dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti protein, vitamin D, vitamin B12, serta sejumlah mineral penting. Harga yang relatif terjangkau membuat telur menjadi sumber protein hewani yang tetap diminati masyarakat.
“Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, usaha peternakan ayam petelur justru stabil dan menunjukkan prospek cerah ke depannya,” jelas Hendra kepada Fokusborneo.com.
Melihat peluang tersebut, Hendra mendorong masyarakat untuk mulai merintis usaha peternakan ayam petelur. Menurut mereka, bisnis ini memiliki potensi keuntungan besar, baik dari penjualan telur maupun dari ayam yang sudah tidak produktif.
Agar sukses, pelaku usaha perlu merencanakan secara matang, mulai dari pemilihan lokasi yang strategis, penyediaan kandang berkualitas, hingga penerapan manajemen peternakan yang efektif.
“Permintaan telur cenderung stabil, sehingga usaha ayam petelur relatif aman dari fluktuasi pasar,” ujarnya.
Hendra, juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan konsumsi telur lokal. Selain lebih segar, telur yang diproduksi langsung oleh peternak daerah dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Harapan kami masyarakat dapat lebih memilih telur lokal. Kesegarannya terjamin karena telur yang didistribusikan adalah telur baru. Moto kami: ‘Kami menjual kualitas, bukan size’,” tegasnya.
Ayam petelur diketahui mulai produktif pada usia 18–20 minggu dan mampu menghasilkan telur hampir setiap hari. Dengan manajemen pakan dan kandang yang baik, produktivitas ayam dapat ditingkatkan sehingga keuntungan usaha pun semakin besar.(**)














Discussion about this post