BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi adanya temuan puluhan kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia yang belakangan dikenal dengan sebutan superflu. Temuan ini berdasarkan laporan surveilans nasional yang dirilis pada akhir 2025, dengan sebaran kasus di delapan provinsi.
Data Kemenkes menunjukkan, jumlah kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Virus influenza A (H3N2) subclade K terdeteksi melalui sistem pemantauan penyakit saluran pernapasan, yakni influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI). Meski demikian, Kemenkes memastikan situasi nasional masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.
Kemenkes juga menegaskan bahwa virus tersebut bukan merupakan jenis baru. Hingga saat ini, tingkat keparahan penyakit akibat subclade K tidak lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Pemerintah pusat terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan penyebaran virus tetap terkontrol.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus superflu di Kota Beriman. Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyampaikan berdasarkan laporan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, belum ada temuan influenza A (H3N2) subclade K.
“Di Balikpapan belum ada laporan kasus superflu. Dari rumah sakit juga belum ada temuan kasus tersebut,” ujar Alwiati, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, kasus flu biasa atau common cold sepanjang Desember 2025 tercatat relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menunjukkan situasi penyakit saluran pernapasan di Balikpapan masih aman dan terkendali.
Meski demikian, Alwiati mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Perubahan cuaca dan mobilitas masyarakat yang tinggi dinilai dapat memengaruhi penularan penyakit. Selain faktor cuaca, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi pemicu penyebaran influenza.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menggunakan masker saat mengalami gejala flu, menjaga daya tahan tubuh, melakukan vaksinasi influenza secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat. Upaya ini penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit, meskipun hingga kini Balikpapan belum mencatat adanya kasus superflu.(**)














Discussion about this post