TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Ibrahim Ali turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik perdagangan di wilayah Kabupaten Tana Tidung. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ibrahim Ali didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Tana Tidung, dan Dandim 0914/TNT. Pemantauan dilakukan mulai dari agen distributor, pasar tradisional hingga lokasi pasar murah yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Jadi tadi saya bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim melakukan inspeksi ke pasar. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga bahan pokok masih relatif normal,” kata Ibrahim Ali.
Ia menyebutkan, beberapa komoditas seperti ayam potong masih dijual di kisaran Rp47 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, sementara harga cabai berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Namun demikian, pihaknya menemukan adanya kenaikan harga pada komoditas minyak goreng bersubsidi Minyak Kita yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).
“Kami cukup kaget karena Minyak Kita yang seharusnya dijual dengan HET Rp15.700, di pasaran justru dijual hingga hampir Rp22 ribu. Kami langsung mendatangi agen penyalurnya untuk menanyakan hal tersebut,” ujarnya.
Menurut Ibrahim Ali, dari hasil penelusuran sementara diketahui bahwa harga dari distributor di Tarakan sudah berada di atas HET. Untuk itu, pihaknya bersama kepolisian akan menelusuri lebih lanjut rantai distribusi minyak goreng tersebut.
“Teman-teman dari kepolisian nanti akan mengecek kembali alurnya, karena informasi sementara harga dari distributor di Tarakan memang sudah tinggi,” jelasnya.
Meski ditemukan kenaikan pada beberapa komoditas, Ibrahim Ali memastikan stok bahan pokok di Kabupaten Tana Tidung menjelang Lebaran masih aman.
“Alhamdulillah kebutuhan pokok seperti beras, cabai, ayam potong, daging, telur hingga bahan pangan lainnya masih tersedia. Yang kita kawal sekarang adalah stabilitas harganya,” katanya.
Untuk menjaga kestabilan harga, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersama unsur Forkopimda membentuk tim pemantau yang bertugas mengawasi pergerakan harga di pasar.
“Kita sudah bentuk tim dari pemerintah bersama Forkopimda untuk mengawal agar harga tetap stabil. Kalau ada perbedaan harga yang terlalu jauh, nanti kita telusuri penyebabnya,” tegasnya.
Selain melakukan sidak, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Ibrahim Ali berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.(hr)














Discussion about this post