BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam mewujudkan Kota Layak Anak kembali membuahkan hasil. Dua ruang publik, yakni Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai, resmi ditetapkan sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2026 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.
Penetapan tersebut diumumkan pada pertengahan Maret 2026, setelah kedua taman melewati proses standardisasi yang cukup panjang. Mulai dari evaluasi mandiri, pendampingan secara daring, hingga tahap akhir berupa witness audit sebagai penentu kelayakan.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursamsiarni D Larose, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar ruang publik yang ada benar-benar aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, konsep RBRA tidak sekadar menghadirkan taman bermain, tetapi juga memastikan terpenuhinya hak anak. Mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga nilai edukasi dalam setiap fasilitas yang disediakan.
Keberadaan RBRA menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kota Layak Anak. Ruang ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi anak-anak untuk bermain, berekspresi, dan berinteraksi secara positif dalam lingkungan yang terlindungi.
Selain itu, penyediaan ruang bermain ramah anak juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya terkait kewajiban pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung perlindungan anak.
Dengan penetapan ini, Balikpapan semakin memperkuat posisinya sebagai kota yang ramah dan berpihak pada anak. Ke depan, pemerintah kota berencana terus meningkatkan kualitas ruang publik lainnya agar memenuhi standar serupa.
Partisipasi masyarakat juga diharapkan menjadi kunci keberlanjutan program ini, baik dalam menjaga fasilitas maupun memanfaatkannya secara optimal.
Di tengah pesatnya pembangunan kota, perhatian terhadap anak dinilai menjadi fondasi penting. Dari ruang-ruang publik yang aman dan ramah, masa depan kota perlahan dibangun. (*)














Discussion about this post