TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Maraknya penipuan melalui telepon gelap dan pesan WhatsApp (WA) yang mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini, pelaku mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, untuk menjalankan aksinya.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Disdikbud Tana Tidung, Arman Jauhari, mengimbau seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, agar meningkatkan kewaspadaan
Arman menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta apapun, terlebih dalam bentuk dana atau uang kepada kepala sekolah maupun pihak sekolah.
“Kami langsung mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk menempelkan peringatan terkait penipuan ini. Cantumkan juga nomor telepon sekolah maupun kepolisian, agar wali murid bisa melakukan konfirmasi jika menerima informasi mencurigakan,” ujar Arman, Rabu (15/4/2026) melalui telepon selular nya kepada Fokus Borneo
Ia menjelaskan, informasi yang beredar menyebutkan adanya nomor WhatsApp yang mengaku sebagai dirinya. Pelaku bahkan menggunakan foto profil dan identitas menyerupai pejabat untuk meyakinkan korban. Hal tersebut merupakan hoaks sekaligus bentuk penipuan yang harus diwaspadai, khususnya oleh pihak sekolah.
Arman mengingatkan beberapa langkah pencegahan, di antaranya tidak mudah percaya terhadap pesan dari nomor tidak dikenal, selalu melakukan konfirmasi kepada instansi resmi, tidak memberikan data pribadi maupun informasi penting, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menerima pesan serupa.
“Kepada seluruh rekan-rekan di lingkungan Disdikbud, khususnya sekolah, perlu menjadi perhatian bahwa Kadis tidak pernah sekalipun meminta sesuatu, apalagi dalam bentuk dana. Jika ada oknum yang mencatut nama kami, agar tidak dilayani dan segera diabaikan,” tegasnya.
Arman juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap indikasi penipuan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital semakin beragam, termasuk dengan mencatut nama pejabat publik. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menjadi lebih bijak dan waspada dalam menyikapi setiap informasi yang diterima.(hr)














Discussion about this post