TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi ruang bagi pemerintah daerah, untuk menegaskan pentingnya kesiapan lulusan dalam menghadapi fase baru setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Djaparuddin, Kamis (16/4/2026) dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung bersama unsur DPRD, jajaran sekolah, serta orang tua siswa yang mengikuti prosesi kelulusan.
Wakil Bupati menilai, masa setelah kelulusan merupakan periode penting yang menentukan arah perjalanan setiap siswa, sehingga diperlukan kesiapan dalam mengambil keputusan.
“Setelah lulus, setiap pilihan akan membawa konsekuensi. Karena itu perlu dipikirkan dengan matang sejak sekarang,” ujarnya.
Ia menyampaikan perubahan pola kehidupan setelah sekolah menuntut siswa untuk lebih mandiri dalam menentukan langkah, baik yang memilih melanjutkan pendidikan maupun langsung bekerja.
Menurutnya, kesiapan tersebut berkaitan dengan kemampuan mengenali potensi diri serta memahami peluang yang tersedia.
“Setiap orang punya kemampuan yang berbeda. Tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan tepat agar bisa berkembang,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan agar para siswa tidak bergantung pada pola yang sama seperti saat masih berada di lingkungan sekolah, karena tantangan di luar lebih beragam.
Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi dinamika tersebut.
“Di luar sekolah, situasinya lebih terbuka. Harus bisa menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan harapan agar lulusan sekolah menengah dapat memberi kontribusi bagi daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tana Tidung.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan jika diarahkan dengan baik.
“Daerah ini butuh anak-anak muda yang siap mengambil peran, sesuai dengan kemampuan masing-masing,” katanya.
Ia turut menyinggung peran orang tua dan tenaga pendidik yang telah mendampingi siswa hingga menyelesaikan pendidikan, yang dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.
“Proses ini tidak lepas dari peran keluarga dan guru yang selama ini membimbing,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan suasana yang penuh kebersamaan, para siswa mengikuti rangkaian acara sebagai penanda berakhirnya masa belajar di tingkat SMA.
Momentum tersebut menjadi titik peralihan menuju tahap kehidupan berikutnya dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam menentukan arah masa depan.
“Langkah selanjutnya ada di tangan masing-masing, jadi gunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” pungkasnya. (*)














Discussion about this post