TARAKAN, Fokusborneo.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan mengakibatkan bencana tanah longsor di wilayah RT. 03, Kelurahan Juata Krikil pada Rabu (3/6/26) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita.
Material longsoran tanah milik warga bernama Ahmad tersebut sempat menutup total akses jalan umum (fasilitas umum) sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 5 meter, serta berdampak pada dua unit rumah milik warga bernama Ardiansyah dan Nawi.
Laporan pertama kali diterima pihak terkait melalui Bhabinkamtibmas Juata Krikil, yang kemudian diteruskan dan masuk ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan pada pukul 07.04 Wita.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Tarakan turut hadir langsung di lapangan memimpin jalannya evakuasi, didampingi Kabid Kedaruratan Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (KL dan RR), Asril Maulid, S.E., jajaran Kasi KL dan RR, Lurah Juata Krikil beserta Kasi Pemerintahan dan Kasi Trantib, Ketua RT. 03, serta personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

BPBD Kota Tarakan mengerahkan sedikitnya 25 personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB). Kekuatan evakuasi di lapangan semakin solid dengan hadirnya bantuan tenaga dari sekitar 50 personel Brimob dan 4 personel Korlakar yang tiba pukul 09.30 Wita.
Pihak Kelurahan Juata Krikil dengan sigap langsung berkoordinasi dengan pengusaha alat berat lokal, Toni. Melalui kerja sama yang baik, pihak pengusaha memberikan bantuan alat berat berupa Excavator (Hexa) Kobelco dan Tractor Komatsu untuk mempercepat proses pengerukan material tanah yang menutup jalan utama.
Kabid Kedaruratan Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (KL dan RR) BPBD Kota Tarakan, Asril Maulid, S.E., menyampaikan fokus utama tim di lapangan adalah membuka kembali akses fasilitas umum dan melakukan langkah pencegahan longsor susulan.
”Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang berarti (nihil) dalam peristiwa ini. Langkah utama kami saat ini adalah melakukan pembersihan lokasi menggunakan ekskavator, buldoser, serta penyemprotan sisa-sisa material tanah di jalan utama menggunakan mobil pemadam kebakaran,” ujar Asril Maulid.

Dalam proses pembersihan yang memerlukan suplai air baku dalam jumlah besar, Lurah Juata Krikil langsung berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk pemenuhan kebutuhan air penyemprotan. Penyemprotannya, menggunakan mobil BPBD dan Korlakar.
Berkat kerja keras seluruh unsur yang terlibat, proses pembersihan jalan dinyatakan selesai total pada pukul 11.00 Wita.
Selain pembersihan, langkah mitigasi pascabencana langsung diterapkan di lokasi. Kasi Pemerintahan Kelurahan Juata Krikil, Nany Fitriati, memberikan edukasi dan mitigasi langsung kepada pemilik lahan agar tetap waspada terhadap potensi longsor lanjutan melihat kondisi lokasi saat ini.
Berdasarkan advice atau rekomendasi teknis dari Dinas PUPR yang mengerahkan 18 anggotanya, dilakukan tindakan preventif struktural berupa pemasangan 40 batang kayu merah sebagai pancang penahan tanah dengan dibantu ekskavator. Selanjutnya, dilakukan pembukaan parit yang sempat tertutup material.

Sebanyak 50 personel Brimob bersama tim juga bergotong-royong memasukkan pasir ke dalam 100 lembar karung untuk disusun menjadi tanggul penahan darurat setelah dipasang pancang agar tidak terjadi banjir susulan.
Sebagai upaya pencegahan kedaruratan jangka pendek, Bidang KL dan RR menyerahkan bantuan berupa 2 buah terpal dan 100 pcs karung.
Terpal tersebut langsung dipasang Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan bersama personil Polres Tarakan yang dipimpin Kasat Samapta untuk menutup permukaan tanah atas yang labil, sementara aliran air di atas terpal nantinya dialirkan menggunakan pipa agar tidak kembali menggerus bagian tanah yang longsor.
Melalui penanganan yang cepat, terintegrasi, dan gotong royong lintas sektor ini, kini akses jalan utama di RT. 03 Juata Krikil sudah kembali bersih dan dapat dilalui oleh masyarakat dengan aman.(*/mt)












Discussion about this post