BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kapasitas tampung Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku Kota Balikpapan terus menyusut akibat sedimentasi. Kondisi ini mendorong perlunya pengerukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, mengatakan kapasitas tampung Waduk Manggar diperkirakan berkurang sekitar dua juta meter kubik dibandingkan saat awal dibangun.
Menurutnya, waduk tersebut semula memiliki kapasitas tampung sekitar 16 juta meter kubik air. Namun, berdasarkan perkiraan terbaru, volumenya kini tersisa sekitar 14 juta meter kubik.
“Sejak awal dibangun kapasitasnya sekitar 16 juta meter kubik. Saat ini diperkirakan tinggal sekitar 14 juta meter kubik karena sedimentasi yang terjadi seiring perkembangan kawasan di sekitarnya,” ujar Yudhi, Rabu (17/6/2026).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV tengah melakukan pengerukan sedimentasi guna meningkatkan kembali kapasitas tampung Waduk Manggar.
PTMB berharap pekerjaan tersebut dapat menambah volume tampungan air sehingga cadangan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan tetap terjaga, khususnya ketika curah hujan menurun.
“Kami berharap kapasitas tampung bisa meningkat kembali, minimal mendekati 15 juta meter kubik sehingga cadangan air baku tetap terjaga,” kata Yudhi.
Selain mendukung upaya pengerukan, PTMB juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak El Nino dan kemarau panjang. Salah satunya dengan mengkaji potensi sejumlah bendali atau bendung pengendali di wilayah Balikpapan sebagai sumber air baku alternatif.
Bersama BWS Kalimantan IV, PTMB telah melakukan survei lapangan untuk mengukur kualitas air serta mengidentifikasi potensi debit air yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan apabila pasokan dari Waduk Manggar mengalami penurunan.
“Kami sedang mengidentifikasi beberapa bendali yang berpotensi menjadi sumber air baku tambahan. Hasil kajian dan potensi debitnya akan segera dilaporkan,” jelasnya.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan strategis bagi Balikpapan yang terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, upaya menjaga kapasitas Waduk Manggar sekaligus mencari sumber air alternatif dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pasokan air bagi masyarakat.
Melalui pengerukan sedimentasi dan kajian sumber air tambahan, PTMB berharap pelayanan air bersih di Balikpapan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi kemarau panjang.(**)















Discussion about this post