BULUNGAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus mendorong peningkatan produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Kayanku seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap produk lokal tersebut.
Komitmen itu terlihat saat Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, H. Risdianto, didampingi Direktur Perumda Air Minum Danum Benuanta Eldiansyah dan Direktur PT Bulungan Persada Mandiri Heru Rahmadi, meninjau langsung intake air baku hingga fasilitas produksi Kayanku, Jumat (24/7).
Dalam kunjungan tersebut, Risdianto mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap AMDK Kayanku terus meningkat. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk segera merumuskan langkah percepatan produksi.
“Dari hasil diskusi dengan distributor dan pihak pengelola, permintaan Kayanku sangat tinggi. Karena itu, kami menyiapkan strategi agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan sehingga kebutuhan pasar terpenuhi,” ujarnya.
Saat ini, produksi Kayanku rata-rata mencapai 1.200 botol per jam. Namun ke depan, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 2.000 botol per jam.
Menurut Risdianto, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari kualitas produk yang dinilai mampu bersaing dengan merek nasional. Bahkan, Kayanku disebut memiliki rasa dan kualitas yang hampir setara dengan brand besar yang selama ini mendominasi pasar air mineral di Bulungan.
Selain itu, keunggulan lain terletak pada proses distribusi yang lebih singkat karena diproduksi secara lokal. Hal ini membuat kualitas air tetap terjaga saat sampai ke tangan konsumen.
“Karena diproduksi di daerah sendiri, distribusinya lebih cepat sehingga kualitas produk tetap terjaga dibandingkan produk dari luar daerah,” jelasnya.
Dari sisi harga, Kayanku juga dinilai lebih kompetitif sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi masyarakat.
Sebagai produk asli daerah, Risdianto menegaskan bahwa Kayanku harus terus didorong agar berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
“Semakin berkembang Kayanku, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat Bulungan,” tegasnya.
Untuk mendukung peningkatan produksi, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya memastikan ketersediaan bahan baku dan penambahan tenaga kerja.
Risdianto meminta pihak pengelola memastikan pasokan bahan baku tetap aman agar proses produksi berjalan lancar tanpa hambatan.
Selain itu, sistem kerja di pabrik juga akan diperkuat dengan penambahan tenaga kerja sehingga operasional tidak lagi terbatas pada satu shift.
“Dengan penambahan shift kerja, produksi diharapkan bisa meningkat signifikan. Apalagi kapasitas mesin sebenarnya mampu mencapai 2.400 botol per jam dan dapat beroperasi hingga 24 jam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini mesin produksi baru dimanfaatkan sekitar lima jam per hari, sehingga masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan lingkungan. Risdianto menekankan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Kayan sebagai sumber air baku utama.
“Sungai Kayan harus kita jaga bersama, karena bukan hanya mendukung produksi air minum, tetapi juga menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelolaan limbah produksi dilakukan secara baik dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.(**)














Discussion about this post