TIDENG PALE, Fokusborneo.com – Kondisi jembatan kayu yang sudah tidak layak dan rawan roboh mendorong Kodim 0914/Tana Tidung (TNT) membangun jembatan beton di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Jembatan tersebut merupakan salah satu dari tujuh titik pembangunan jembatan beton Merah Putih yang dikerjakan Kodim 0914/TNT di wilayah Tana Tidung. Dari tujuh titik yang menjadi target, satu jembatan di Desa Seludau telah rampung dan diresmikan bersamaan dengan peresmian sumur bor secara serentak di sejumlah daerah di Indonesia.
Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda mengatakan, jembatan yang dibangun di RT 2 Desa Seludau memiliki panjang 6 meter dan lebar 4 meter.
Menurutnya, lokasi tersebut menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur yang cukup sering dilalui masyarakat. Sebelum pembangunan dilakukan, warga masih mengandalkan jembatan kayu yang kondisinya telah memprihatinkan.
“Intensitas lalu lintas masyarakat cukup tinggi. Sebelumnya hanya ada jembatan kayu, kondisinya sudah bisa dikatakan kurang layak, tinggal menunggu waktu untuk roboh,” ujar Florensius usai meresmikan jembatan beton Merah Putih di Seludau.
Ia menjelaskan, kondisi dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi sebelumnya telah dipantau oleh jajaran Kodim melalui Babinsa. Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pembangunan.
Dari tujuh jembatan yang masuk dalam program tersebut, enam titik lainnya saat ini masih dalam proses pengerjaan. Kodim 0914/TNT menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan paling lambat awal bulan depan.
Namun, proses pembangunan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Ketersediaan material, khususnya batu koral, menjadi salah satu hambatan yang dihadapi. Selain itu, mesin penghancur atau pencacah batu koral juga mengalami gangguan sehingga berdampak terhadap proses pekerjaan.
“Mesin untuk penghancur atau pencacah batu koral agak sedikit rusak. Mau tidak mau kita menunggu, jadi pekerjaan agak sedikit tertunda, tetapi tidak sampai terhambat,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, Kodim 0914/TNT juga mengerjakan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor. Satu titik sumur bor dibangun di Desa Mendupo, Kecamatan Betayau.
Florensius memastikan pembangunan sumur bor tersebut telah selesai. Selanjutnya, pihaknya akan meninjau langsung lokasi untuk memastikan seluruh fasilitas siap sebelum dilakukan peresmian.
“Kebetulan kita mendapat giliran satu titik untuk jembatan dan satu sumur bor. Sumur bor sudah jadi, cuma peresmiannya kita anggap sekalian. Nanti saya ke sana sekalian meresmikan secara simbolis saja,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post