• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Jarak Pandang di Tarakan Hanya 500 Meter Akibat Kabut Asap 

by Redaksi
31/08/2026
in Daerah
A A

Kondisi Runway Bandara Juwata Tarakan. Foto: fokusborneo.com

TARAKAN – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas dan melumpuhkan ruang udara Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (31/8/2026). Fenomena alam yang memperburuk kualitas udara dan merusak jarak pandang (visibility) ini merupakan dampak akumulasi asap kiriman dari berbagai titik karhutla di daratan Pulau Kalimantan.

Berdasarkan analisis pemantauan Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, gumpalan asap tebal yang menyelimuti Kota Tarakan dipicu oleh pergerakan angin bertekanan kuat yang bergerak dari arah selatan menuju utara. Pergerakan angin ini membawa kabut asap hasil pembakaran lahan dari beberapa provinsi tetangga.

Baca Juga

Kebakaran Lahan di Pantai Amal RT 8 Makin Luas Dekati Rumah Warga

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

Gubernur Dorong Tata Kelola dan Harmoni Sosial di Wilayah Perbatasan

Rumahnya Kembali Dibangun, Sudirman Sampaikan Terima Kasih kepada Satgas TMMD Tarakan

Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata, Fahruddin Rahmat, SE, menyampaikan bahwa sebagian besar titik panas (hotspot) pemicu utama kabut asap ini berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur. Sementara untuk wilayah Kalimantan Utara sendiri, laporan BMKG menunjukkan sebaran titik api relatif terbatas.

“Menurut laporan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata, titik api terbanyak ada di Kalteng, Kalsel, dan Kaltim. Untuk Kaltara sendiri sebenarnya hanya ada satu titik terpantau, yakni di kawasan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Namun karena arah angin bertiup dari selatan ke utara, seluruh asap tersebut terkumpul dan terdorong masuk menutupi wilayah Kota Tarakan,” ujar Fahruddin, Senin (31/8/2026).

Eskalasi dampak asap ini meningkat tajam dalam dua hari terakhir. Fahruddin menyebutkan bahwa kondisi karhutla sebenarnya telah terdeteksi sejak 10 Agustus 2026, tetapi jarak pandang saat itu masih stabil di angka 4 hingga 5 kilometer. Pemburukan drastis baru terjadi sejak Minggu (30/8/2026) dan memuncak pada Senin sore ini.

Pada Minggu kemarin, jarak pandang sempat menyusut hingga 1.000 meter pada pukul 14.00 WITA sebelum akhirnya membaik pada malam hari. Namun pada Senin (31/8/2026), situasi kembali memburuk secara signifikan pada jam yang sama, di mana jarak pandang anjlok hingga mencapai titik terendah yakni 500 meter pada pukul 14.30 WITA.

Penurunan jarak pandang hingga ke kisaran 500 meter tersebut tak hanya melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Juwata yang menyebabkan dua penerbangan komersial terpaksa dialihkan pendaratannya ke Balikpapan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas harian masyarakat di darat serta mengancam kesehatan pernapasan warga Kota Tarakan.

Ketidakpastian durasi hilangnya kabut asap ini menjadi perhatian serius banyak pihak. Fahruddin menegaskan bahwa penanganan karhutla kini telah menjadi perhatian lintas kementerian di tingkat nasional maupun daerah. Pemerintah terus berupaya melakukan pemadaman di titik-titik api agar sebaran asap tidak berlarut-larut.

Di tengah situasi cuaca ekstrem ini, pengelola Bandara Juwata mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Tarakan untuk lebih waspada saat menjalankan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan alat pelindung diri menjadi langkah mitigasi mandiri yang sangat disarankan untuk mengurangi dampak buruk paparan kabut asap.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Tarakan yang terpaksa beraktivitas di luar rumah agar tetap menjaga kesehatan diri. Gunakanlah masker untuk melindungi saluran pernapasan dan gunakan kacamata agar terhindar dari iritasi mata akibat paparan asap karhutla ini,” pungkas Fahruddin.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa penurunan jarak pandang terjadi secara signifikan sejak siang hari.

​”Pada pukul 13.00 hingga 14.00 WITA, jarak pandang tercatat berada di angka 1.000 meter. Namun, memasuki pukul 14.30 WITA hingga saat ini, jarak pandang semakin memburuk dan tersisa 500 meter,” terangnya. (**)

Tags: #kabut asap #karhutla #tarakan

Berita Lainnya

Kebakaran Lahan di Pantai Amal RT 8 Makin Luas Dekati Rumah Warga
Daerah

Kebakaran Lahan di Pantai Amal RT 8 Makin Luas Dekati Rumah Warga

18 Oktober 2026 17:04
Daerah

Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Polda Sulsel Selamatkan Mahasiswa Kaltara

17 Oktober 2026 16:07
Daerah

Gubernur Dorong Tata Kelola dan Harmoni Sosial di Wilayah Perbatasan

17 Oktober 2026 14:13
Tinggal Seorang Diri di Pondok Rusak, Sudirman Kini Dibantu Satgas TMMD Tarakan
Daerah

Rumahnya Kembali Dibangun, Sudirman Sampaikan Terima Kasih kepada Satgas TMMD Tarakan

17 Oktober 2026 10:05
Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan
Daerah

Wagub Hadiri SRLT FPK se-Kalimantan, Perkuat Persatuan dan Kerukunan

16 Oktober 2026 20:23
Daerah

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Hadirkan ATM Emas Pertama di Indonesia, Bisa Beli dan Cetak Emas Instan

16 Oktober 2026 16:46
Next Post
Pemprov Kawal Program Listrik Desa hingga Wilayah Perbatasan

Pemprov Kawal Program Listrik Desa hingga Wilayah Perbatasan

Pangdam VI/Mulawarman Perkuat Peran Babinsa Deteksi Dini Karhutla

Satgas PKH Tertibkan Kawasan Hutan di Samboja, Plang Dipasang di Sekitar Tahura

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Putri Peltu Jun Priyanto Borong 7 Medali, Pamela Bersiap Wakili Kaltara di O2SN Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Situasi Terkendali, Pria Pembawa Mandau di Makodim Bulungan Minta Kenakan PDL dan Hormat Bendera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik Terima Laporan Kesatuan dan Buku Memori Sertijab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Lantik Lima Dewan Pengawas RSUD dr. H. Jusuf SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal Tergantung di Karang Anyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal Tergantung di Karang Anyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

18 Oktober 2026 17:31
Kebakaran Lahan di Pantai Amal RT 8 Makin Luas Dekati Rumah Warga

Kebakaran Lahan di Pantai Amal RT 8 Makin Luas Dekati Rumah Warga

18 Oktober 2026 17:04
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP