TARAKAN – Mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah mencapai 2.639,99 hektare, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat langkah pencegahan di lapangan. Selain membangun sekat bakar, Dinas Kehutanan Kaltara menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah dan mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memantau titik api secara dini.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltara periode 1 Agustus hingga 4 September 2026, Kabupaten Bulungan menjadi wilayah terdampak terluas yakni mencapai 2.597,38 hektare. Angka ini sebagian besar disumbang oleh kebakaran di kawasan KIPI Mangkupadi yang membakar sekitar 1.700 hektare lahan, mayoritas berupa area gambut.
Kepala Dishut Kaltara Nur Laila, S.Hut., M.Si. menyebutkan bahwa kondisi musim kering dan karakter lahan gambut membuat api mudah bertahan di bawah permukaan serta rentan meluas. Oleh karena itu, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman teknis, tetapi juga pencegahan berbasis masyarakat.
“Edukasi sudah dilakukan sejak lama, termasuk masuk ke sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP sampai SMA. Kita juga bersama masyarakat membentuk Masyarakat Peduli Api karena mereka berada paling dekat dengan lokasi dan bisa lebih cepat mengetahui apabila ada titik api,” ujar Nur Laila.
Selain menggandeng pelajar dan warga lokal, Dishut Kaltara bersama KPH juga membangun sekat bakar di wilayah rawan untuk memutus pergerakan api. Mengingat sebagian besar wilayah terbakar berada di Area Penggunaan Lain (APL) milik masyarakat, Dishut secara tegas mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Terkait dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa karhutla ini, pihak Dishut menyerahkan sepenuhnya proses pengawasan dan penegakan hukum kepada Aparat Penegak Hukum (APH) demi memberikan efek jera bagi pelaku yang tidak bertanggung jawab. (**)












Discussion about this post