TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kalimantan Utara, Jufri Budiman, S.Pd., M.M., turun langsung ke sejumlah wilayah untuk melihat kondisi pertanian dan perkebunan yang dikelola masyarakat.
Tidak hanya mengunjungi kebun, Jufri bersama pengurus DPW TMI Kaltara juga berdialog dengan petani untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Sejumlah wilayah menjadi sasaran kunjungan, yakni Kabupaten Malinau, Nunukan-Sebuku, Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.
Beragam komoditas ditemui dalam kunjungan tersebut, mulai dari kelapa sawit, jati, jagung hingga tanaman pertanian lainnya yang dikembangkan masyarakat dan anggota TMI.
Jufri mengatakan, kunjungan lapangan dilakukan agar organisasi tidak hanya menerima informasi dari laporan, tetapi mengetahui langsung kondisi kebun dan aktivitas petani.
“Kita ingin melihat langsung kondisi petani di lapangan. Jangan hanya mendengar laporan dari jauh, tetapi kita harus turun dan melihat sendiri bagaimana kebun mereka, bagaimana hasilnya dan apa yang menjadi kendala mereka,” ujar Jufri.
Dari pertemuan dengan petani, sejumlah hal menjadi perhatian, termasuk produktivitas, sarana produksi, pengelolaan lahan serta pemasaran hasil pertanian.
Menurut Jufri, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga kemampuan petani meningkatkan produksi dan mendapatkan pasar yang layak.
Potensi Besar, Perlu Dukungan
Jufri melihat Kaltara memiliki kekayaan potensi pertanian yang tersebar di berbagai daerah. Karakteristik wilayah yang berbeda membuat setiap kabupaten memiliki komoditas dan peluang pengembangan masing-masing.
“Kita melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Ada sawit, jati, jagung dan berbagai tanaman lainnya. Ini menunjukkan bahwa Kaltara memiliki kekayaan sumber daya pertanian yang luar biasa,” katanya.
Ia mendorong potensi tersebut diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan. Petani, kata dia, membutuhkan akses terhadap teknologi, sarana produksi, pengetahuan pengelolaan lahan serta jaringan pemasaran.
Penguatan dari sisi tersebut dinilai penting agar hasil kebun tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani.
TMI Perkuat Komunikasi dengan Petani
Kunjungan lapangan juga dimanfaatkan jajaran TMI Kaltara untuk memperkuat komunikasi organisasi dengan anggota di daerah.
Jufri didampingi Sekretaris DPW TMI Kaltara Yoko Handani, S.E., M.M., dan Ketua OKK DPW TMI Kaltara Mangunsara.
Jufri menegaskan TMI harus menjadi organisasi yang dekat dengan petani dan mampu menyampaikan aspirasi mereka.
“Tani Merdeka harus hadir bersama petani. Kita ingin organisasi ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, memperjuangkan kepentingan petani dan ikut mendorong kemajuan sektor pertanian di Kalimantan Utara,” tegasnya.
Ia menilai sektor pertanian memiliki posisi penting dalam perekonomian masyarakat. Ketika produktivitas petani meningkat dan hasil produksi memiliki pasar yang jelas, dampaknya akan dirasakan langsung oleh keluarga petani maupun perekonomian daerah.
“Kalau petani maju, pertanian maju. Kalau pertanian kuat, ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat. Kita ingin melihat petani Kaltara semakin produktif dan mampu mendapatkan nilai tambah dari hasil kebunnya,” ungkap Jufri.
Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Untuk mempercepat pengembangan pertanian, Jufri mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi petani dan dunia usaha.
Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada penguatan kapasitas petani, penyediaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dukungan permodalan hingga perluasan akses pasar.
“Kami akan terus turun ke lapangan. Kita ingin tahu persoalan yang sebenarnya dihadapi petani dan mencari solusi bersama. Jangan sampai petani hanya kita dengar ketika ada masalah. Kita harus hadir sejak mereka menanam, merawat sampai hasilnya bisa memberikan kesejahteraan,” pungkasnya.
TMI Kaltara berharap potensi pertanian dan perkebunan di seluruh kabupaten dan kota dapat terus dikembangkan secara terarah. Dengan dukungan yang tepat, sektor tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Utara. (**)















Discussion about this post