• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Sinyal di Ujung Negeri, Tumbuhnya Tunas Pertanian Digital di Perbatasan  

by Redaksi
18/09/2026
in Daerah
A A

Ketua Kelompok Tani Tunas Mekar, Lukas (40), memantau perkembangan tanaman cabai berbasis teknologi Smart Farming dan IoT melalui aplikasi di telepon selulernya di dalam greenhouse Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, Jumat (11/9/2026). Foto : Ari/Fokusborneo.com

TARAKAN – Terik matahari menyengat lembut di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 14, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. Namun di dalam struktur kurungan plastik transparan (greenhouse) berukuran 10 x 12 meter, suasana terasa sejuk dan tertata. Deretan tanaman cabai hijau berdiri tegak, teratur, dan rindang. Di sela-sela instalasi pipa dan media tanam yang rapi, tampak Lukas (40) tengah memeriksa buah-buah cabai yang mulai mengalami gradasi warna dari hijau, kuning, hingga merah merona.

Lukas merupakan seorang tokoh agama (pendeta) sekaligus petani tangguh yang berhasil membuktikan bahwa panggilan iman dan kecintaan pada tanah mampu berjalan beriringan melintasi tantangan zaman. Lahir dan dibesarkan dalam keluarga petani, akar agraris telah menancap kuat pada dirinya. Setelah merantau ke Tarakan sekitar kurun waktu 2007 – 2008 dan membina rumah tangga, ia memutuskan untuk menekuni dunia bercocok tanam di samping menjalankan amanah pelayanan kerohanian.

Baca Juga

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Bulungan Terapkan PJJ di Lima Kecamatan

Kualitas Udara Memburuk, BPBD Tarakan Bagikan Masker ke Warga

Embung Terisi Lagi, PDAM Tarakan Pastikan Distribusi Air Bersih Kembali Normal

Jufri Budiman Blusukan ke Kebun Petani, Serap Langsung Aspirasi di Empat Daerah

“Jadi kalau saya bertani itu karena memang latar belakang dari orang tua petani. Walaupun profesi saya seorang tokoh agama, bertani itu enggak hilang dalam diri saya. Saya tetap cintai dan tekuni. Salah satunya juga bisa menjadi tambahan pendapatan,” ujar Lukas saat ditemui pada Jumat (11/9/2026).

Awalnya, Lukas menggarap lahan seluas setengah hektar hingga berkembang meluas mengelola dua hektar lahan terbuka (outdoor) di kawasan perbukitan. Berbagai komoditas ia tanam, mulai dari timun, kacang-kacangan, hingga cabai yang menjadi fokus utamanya. Namun, bertani di area terbuka menyimpan tantangan ekstrem. Musim kemarau panjang yang melanda Tarakan hingga tiga minggu berturut-turut tanpa hujan menjadi pukulan telak bagi pertanian konvensional. Keterbatasan sumber air di area bukit memperparah keadaan hingga memicu kegagalan panen.

“Cabai yang harusnya kita panen puluhan hingga ratusan kilo tidak bisa dipetik. Akhirnya kemarin kami hanya panen 5 sampai 6 kilo yang di outdoor itu,” kenangnya.

Titik balik perjalanan agribisnis Lukas terjadi ketika potensi dan kegigihannya dilirik oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DKPP) Kota Tarakan serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara. Melalui skema pembinaan dan kemitraan strategis, Lukas difasilitasi pembangunan satu unit greenhouse modern berbasis smart farming berukuran 10 x 12 meter pada 2025 lalu dengan nilai investasi sekitar Rp200 juta. Tidak hanya itu, Lukas juga diajak mengikuti studi banding ke Jawa Barat untuk mempelajari manajemen pertanian modern secara komprehensif.

Transformasi menuju smart farming ini tidak serta-merta berjalan mulus sejak hari pertama. Lukas mengakui bahwa panen perdana di dalam greenhouse sempat mengalami kegagalan akibat formulasi media tanam yang belum pas. Namun, jiwa pembelajar Lukas tak surut. Lewat evaluasi mendalam, ia mengubah metode penanaman menggunakan planter bag bervolume besar guna menampung perakaran cabai yang tergolong tanaman keras berkayu.

“Kalau kita bicara hasil, karena ini baru pertama, memang waktu kita tanam pertama gagal karena mungkin medianya yang kurang. Kita jadi terus evaluasi, akhirnya kita pakai planter bag yang media tanamnya lebih banyak. Karena kita melihat bahwa cabai ini kan dia jenisnya pohon. Jadi dia harus butuh media tanam yang banyak supaya bisa menampung akar,’’ terangnya.

Kini kebunnya tumbuh lebat dan siap dipanen secara berkelanjutan. Keunggulan greenhouse ini terletak pada integrasi teknologi Internet of Things (IoT) melalui aplikasi Habibi Garden dan kamera CCTV monitor. Perangkat sensor pintar di lokasi mendeteksi kadar pH tanah, kelembapan, kebutuhan unsur hara (N, P, dan K), hingga mengatur penyiraman serta pendinginan ruang (cooling system) secara otomatis.

“Keunggulannya, teknologi ini tidak terpengaruh musim cuaca. Selain itu, irigasinya berbasis teknologi sehingga sangat menghemat waktu. Aplikasi bisa memberi tahu jika pH tanah atau nutrisi pupuk kurang, serta mendeteksi kebutuhan air secara akurat,” jelas Lukas sembari menunjukkan perangkat prosesor alat di lokasi.

Di dalam greenhouse tersebut, sekitar 320 pohon cabai kini tengah memasuki fase pembungaan lebat. Pada puncaknya nanti, setiap siklus 5 hari sekali greenhouse ini diproyeksikan mampu menyumbang 10 kilogram cabai segar secara konsisten selama masa produktif 6 bulan. Dari segi ekonomi, biaya operasional greenhouse berbasis IoT tergolong sangat efisien. Pengeluaran energi listrik untuk pompa dan sensor hanya berkisar Rp300.000 per bulan, dengan potensi pendapatan kotor bulanan mencapai Rp2,5 juta.

Hasil panen cabai dijual untuk memenuhi kebutuhan warga di Kecamatan Tarakan Utara dengan harga relatif tinggi dan stabil, mencapai Rp70.000 per kilogram, sementara hasil lahan terbuka bermitra dengan pengepul pada kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Infrasturktur Digital: Tower BTS Milik Salah Satu Operator Seluler Berdampingan dengan Stasiun Bumi Satria-1 di Kota Tarakan. Foto: Ari/Fokusborneo.com

Infrastruktur Digital Pendukung: Bebas Blank Spot hingga Satelit Satria-1

Inovasi pertanian digital yang dilakoni Lukas dapat beroperasi tanpa kendala berkat dukungan infrastruktur telekomunikasi yang andal di Kota Tarakan. Pemerintah Kota Tarakan terus mengakselerasi pembangunan jaringan guna mewujudkan visi utama Kepala Daerah, yakni “Terwujudnya Tarakan sebagai Kota Cerdas”.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, menyampaikan bahwa penyiapan infrastruktur digital merupakan fondasi dasar untuk mendukung seluruh program kerja pembangunan kota. Saat ini, jaringan telekomunikasi di Kota Tarakan telah menjangkau seluruh wilayah pemukiman tanpa adanya titik tidak terjangkau (blank spot).

Penyediaan jaringan di Tarakan ditopang lengkap oleh hadirnya berbagai operator seluler nasional, pengelolaan jaringan mandiri oleh Perumda Tarakan Telekomunikasi, serta terpilihnya Kota Tarakan sebagai salah satu lokasi strategis Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1).

Menatap kebutuhan masa depan, Pemkot Tarakan juga mulai mematangkan strategi menuju Gigabit City dengan membagi klaster wilayah, Tarakan Tengah dan Barat sebagai pusat perdagangan, Tarakan Timur pusat pendidikan, dan Tarakan Utara sebagai pusat pemerintahan.

“Dalam mewujudkan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan untuk menjadikan Tarakan sebagai Kota Cerdas, penyediaan infrastruktur menjadi langkah awal yang terus kami dukung. Ketersediaan sinyal dan jaringan yang stabil secara langsung mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, seperti kemudahan transaksi UMKM, belanja online, penggunaan QRIS, hingga layanan pengantaran barang dan operasional smart farming,” ujar Endah.

Sinergi Makro Ekonomi: Menjaga Pasokan dan Menekan Inflasi

Dampak transformasi digital di sektor pertanian ini berdenyut langsung pada stabilitas ekonomi regional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara menegaskan komitmennya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi Kaltara yang mencatatkan angka pesat sebesar 4,96% (yoy) pada Triwulan II 2026, strategi difokuskan pada penguatan sektor produktif seperti hilirisasi pangan dan pertanian digital.

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menyampaikan bahwa diversifikasi ekonomi sangat krusial mengingat struktur PDRB Kaltara masih didominasi komoditas mentah seperti Pertambangan (22,52%) dan Pertanian (16,73%). Untuk itu, penerapan digital farming dan penguatan rantai pasok diarahkan untuk mendukung stabilitas harga pangan melalui kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), sehingga laju inflasi daerah tetap terkendali di angka 2,17% (yoy) per Agustus 2026.

“Pengembangan UMKM dan pertanian digital didukung kuat oleh pesatnya penetrasi sistem pembayaran digital di Kaltara. Hingga Triwulan II 2026, pengguna QRIS mencapai 147.818 pengguna (tumbuh 18% yoy) dengan merchant QRIS menembus 125.451 unit (tumbuh 37% yoy). Volume Transaksi QRIS melesat 154% (yoy) mencapai 6,66 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp676 miliar (tumbuh 137% yoy),” urainya.

Sejalan dengan data BI, Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, mengemukakan bahwa Sensus Pertanian 2023 mencatat terdapat sekitar 9.900 unit usaha pertanian berbasis perorangan di Tarakan, dengan kontribusi sektor pertanian mencapai Rp1,68 triliun atau 10,38 persen terhadap PDRB Tarakan pada Triwulan II-2026. Komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran “SKB” (Sawi, Kangkung, Bayam) memiliki peran vital terhadap inflasi. Menariknya, produksi cabai dari petani Tarakan kini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga menjadi penyangga pasokan daerah sekitar seperti Kabupaten Tana Tidung, Malinau, hingga Nunukan.

Kemandirian Kelompok Tani, Edukasi Gen Z, dan Pelindungan Ruang Digital

Pemerintah Kota Tarakan melalui DKPP terus menggenjot adopsi teknologi serta kelembagaan kelompok tani. Kabid Penyuluhan DKPP Kota Tarakan, Hj. Siti Nurdiyanah, S.P., M.P., menyebutkan terdapat 123 Kelompok Tani dan 47 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dibina. Pemkot aktif menggalang sinergi CSR bersama BI, BRI, dan PT Medco untuk mendistribusikan alsintan seperti handtractor, alkon, dan hand sprayer, serta menyiapkan kawasan Juata Laut sebagai percontohan cetak sawah.

Dari perspektif pembinaan teknis, Koordinator Penyuluh Pertanian Kementan Wilayah Tarakan, Hari Suyanto, menambahkan bahwa 20 persen kelompok tani di Tarakan telah mencapai tingkat kemandirian (kelas Lanjut dan Madya), sementara 65 persen kelompok telah memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan pelaporan administrasi. Beberapa kelompok bahkan mulai berinovasi pada sektor pengolahan pascapanen (post-harvesting) dengan membuat produk olahan seperti sambal kemasan botol. Tantangan utama saat ini terletak pada keterbatasan SDM untuk 35 persen anggota berusia lanjut yang masih gagap teknologi, yang terus didampingi secara bertahap.

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Sriekaningsih, menyoroti keunggulan sektor pertanian yang bersifat padat karya dalam menyerap tenaga kerja secara signifikan dibanding industri pertambangan yang padat modal. Ia mendorong terobosan alokasi lahan harian dan penambahan produksi lokal untuk mengimbangi lonjakan permintaan bahan pangan dari program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak memicu inflasi.

Di sisi lain, melalui efisiensi teknologi, Lukas yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Tunas Mekar, mengemban misi regenerasi. Berkat hasil bertani, ia berhasil membiayai pendidikan ketiga anaknya – anak pertamanya kini mengabdi sebagai Bintara Brimob Polri di Ibu Kota Nusantara (IKN), anak kedua di jenjang SMA, dan anak ketiga di jenjang SMP. Lukas juga rutin menerima kunjungan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan maupun pemuda Gen Z untuk mengenalkan pertanian modern.

“Kami berupaya memberikan pandangan bagaimana bertani yang kreatif dan modern. Ke depan, mereka tak perlu kotor-kotoran. Bangun pagi tinggal mengecek sistem di ponsel, ‘Oh semua sistem bekerja’, lalu tinggal memantau dan panen,” tutur Lukas.

Seiring derasnya arus digitalisasi ekonomi dan pertanian ini, Pemkot Tarakan berlandaskan Peraturan Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas, pihaknya terus berkomitmen menjaga keamanan ruang siber. pemerintah bersama masyarakat aktif mengawasi dan membatasi dampak negatif internet, seperti judi online, penipuan, pinjaman online ilegal, dan konten tidak layak melalui saluran resmi Aduan Konten Komdigi.

Endah mengungkapkan, beberapa kasus pernah terjadi salah satunya aduan tentang pinjaman online, kemudian bullying anak sekolah di media sosial, termasuk yang ramai saat ini terkait LGBT yang sulit dideteksi di permukaan karena kemungkinan komunitas ini menggunakan ruang digitial atau dunia maya.

“Maka jika ada konten yang menghasut, konten yang tidak layak, menimbulkan permasalahan laporkan ke aduan konten Komdigi. Karena dampak negative digitalisasi ini tidak hanya terjadi pada anak-anak akan tetapi juga orang tua atau dewasa,” sambungnya.

Melalui sinergi infrastruktur yang andal, adopsi smart farming berbasis IoT, serta pelindungan ruang digital yang kuat, Kota Tarakan berhasil membuktikan bahwa sinyal di ujung negeri mampu menumbuhkan tunas-tunas baru pertanian yang membawa masyarakatnya menjadi semakin inklusif, maju, dan berdaya. (**)

 

Reporter : Ari Yanto

Tags: #komdigi #kaltara #fokus #borneo

Berita Lainnya

Daerah

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Bulungan Terapkan PJJ di Lima Kecamatan

18 September 2026 12:45
Kualitas Udara Memburuk, BPBD Tarakan Bagikan Masker ke Warga
Daerah

Kualitas Udara Memburuk, BPBD Tarakan Bagikan Masker ke Warga

18 September 2026 09:50
Embung Terisi Lagi, PDAM Tarakan Pastikan Distribusi Air Bersih Kembali Normal
Daerah

Embung Terisi Lagi, PDAM Tarakan Pastikan Distribusi Air Bersih Kembali Normal

17 September 2026 21:12
Daerah

Jufri Budiman Blusukan ke Kebun Petani, Serap Langsung Aspirasi di Empat Daerah

17 September 2026 20:31
Daerah

Perkuat Konektivitas dan Logistik, Gubernur Bahas Tindaklanjut Pembangunan Jaringan Kereta Api

17 September 2026 20:09
Pemprov Kaltara Gelar Bimtek Audit Keamanan Informasi SPBE
Daerah

Pemprov Kaltara Gelar Bimtek Audit Keamanan Informasi SPBE

17 September 2026 19:12

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Sikat Pelaku Curanmor, Tim URC Resmob Polda Kaltara Bekuk Dua Pria di Bulungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Pujasera Jalan Jenderal Sudirman Dihebohkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Gerobak Dagangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasat Narkoba dan Samapta Polresta Bulungan Berganti, Kombes Rofikoh Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Sinyal di Ujung Negeri, Tumbuhnya Tunas Pertanian Digital di Perbatasan  

18 September 2026 15:23
Wujud Kepedulian, Sat Polairud Polresta Bulungan Bagikan Sembako Jumat Berkah kepada Warga

Wujud Kepedulian, Sat Polairud Polresta Bulungan Bagikan Sembako Jumat Berkah kepada Warga

18 September 2026 13:52
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP