BALIKPAPAN, Fokusborneo.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat koordinasi dalam mendukung percepatan pemulihan dan penguatan sistem kelistrikan di Kalimantan. Sinergi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (07/10).
Rapat dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, unsur Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam forum tersebut, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan perkembangan penanganan sistem kelistrikan Kalimantan, termasuk langkah-langkah yang terus dilakukan PLN untuk mempercepat pemulihan sejumlah pembangkit sekaligus mengoptimalkan kapasitas pembangkit yang tersedia.
“PLN bersama seluruh entitas PLN Group terus melakukan berbagai langkah secara paralel. Penanganan unit pembangkit yang mengalami gangguan terus berjalan, pemeliharaan dipercepat, dan pembangkit yang tersedia kami optimalkan untuk mendukung kebutuhan sistem. Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan standar teknis,” ujar Chaliq.
Chaliq menjelaskan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan setiap unit pembangkit sebelum kembali dioperasikan.
“Kami memahami bahwa kondisi sistem kelistrikan saat ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, seluruh tim terus bekerja dan berkoordinasi untuk mempercepat kesiapan pembangkit secara bertahap. Dengan tahapan penanganan yang berjalan saat ini, kami terus mengarahkan sistem menuju kondisi yang semakin optimal,” tambah Chaliq.
Selain mendorong pemulihan pembangkit yang tengah dalam penanganan, PLN juga menyiapkan berbagai langkah penguatan pasokan secara paralel. Tambahan kapasitas pembangkit dan optimalisasi sumber daya yang tersedia menjadi bagian dari strategi PLN untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan kegiatan perekonomian di Kalimantan.
Menurut Chaliq, penguatan sistem tidak hanya dilakukan melalui penanganan jangka pendek, tetapi juga melalui langkah terencana untuk memastikan kesiapan pasokan ke depan.
“Pemulihan dan penguatan sistem kami lakukan secara berlapis, mulai dari percepatan penanganan unit pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, hingga penyiapan tambahan kapasitas. Ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga kesiapan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik yang terus berkembang,” jelasnya.
Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap langkah-langkah PLN sekaligus pentingnya penguatan koordinasi antarpihak untuk memastikan upaya pemulihan dan penguatan sistem dapat berjalan secara efektif.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap terus bersinergi dengan PLN. Koordinasi dan komunikasi perlu diperkuat agar berbagai langkah yang telah disiapkan dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan listrik masyarakat serta dunia usaha dapat terus didukung,” ujar Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam rapat tersebut, PLN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga membahas langkah penguatan pasokan kelistrikan ke depan, termasuk pengembangan pembangkit sesuai dengan perencanaan ketenagalistrikan serta peluang tambahan pasokan melalui Perumda Ketenagalistrikan Provinsi Kalimantan Timur.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan sistem kelistrikan secara berkelanjutan, sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan listrik dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, PLN memastikan proses pemulihan dan penguatan sistem kelistrikan terus berjalan secara bertahap.
PLN berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya dan langkah yang tersedia untuk mempercepat pemulihan, memperkuat kesiapan pasokan, serta mendukung kebutuhan masyarakat.(**)












Discussion about this post