TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pembentukan karakter anak tidak cukup bertumpu pada kemampuan akademik. Penanaman adab, kesopanan, dan etika sejak usia dini turut menentukan perkembangan anak sebelum memasuki tahapan pendidikan yang lebih tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, dalam kegiatan Tana Tidung Kids Got Talent 2026.
Menurut Vamelia, pendidikan anak usia dini merupakan masa penting untuk mengenalkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan membaca, berhitung, dan pengetahuan lainnya tetap dikembangkan, tetapi pembiasaan perilaku baik menjadi landasan dalam proses pembentukan karakter.
“Adab itu lebih utama daripada ilmu. Sejak kecil anak-anak perlu dikenalkan dengan sopan santun, menghargai orang lain, dan memiliki perilaku yang baik. Jadi, ketika mereka tumbuh dan mendapatkan ilmu yang lebih tinggi, sudah memiliki dasar karakter yang kuat,” pesannya.
Ia juga mengajak anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak takut menunjukkan potensi yang dimiliki. Setiap anak mempunyai kesempatan untuk tumbuh dengan kelebihan masing-masing, sehingga dukungan keluarga dan sekolah turut berperan dalam proses tersebut.
“Untuk anak-anak, teruslah berpijar, jadilah anak yang hebat, cerdas, dan membanggakan. Terus belajar, berani mencoba, serta tunjukkan kemampuan kalian,” ujar Vamelia.
Pesan tersebut disampaikan dalam Tana Tidung Kids Got Talent tingkat Kabupaten Tana Tidung 2026 yang berlangsung di Lapangan RTH Joesoef Abdullah, Sabtu (31/10/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan salah satu program unggulan Bunda PAUD untuk memberikan ruang pengembangan bakat anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, S.H., mengatakan kegiatan semacam ini turut memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, melatih keberanian, serta berinteraksi dengan peserta lainnya.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru. Mereka belajar tampil di depan orang banyak, menunjukkan kreativitas, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Pengalaman seperti ini juga menjadi bagian dari proses pendidikan,” ujar Arman.
Ia menambahkan, keterlibatan satuan pendidikan TK dan PAUD dari berbagai wilayah memperlihatkan adanya ruang partisipasi yang luas dalam pengembangan kemampuan anak. Dukungan tenaga pendidik dan orang tua juga turut membantu anak mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kami berharap kegiatan pengembangan kreativitas seperti ini terus mendapat dukungan dari sekolah dan orang tua. Potensi anak perlu diberikan ruang agar mereka bisa berkembang sesuai minat dan kemampuannya,” katanya.
Ajang tersebut diikuti peserta dari satuan pendidikan TK dan PAUD se-Kabupaten Tana Tidung. Setelah menampilkan berbagai kreativitas di hadapan dewan juri, TK Negeri Pembina berhasil meraih juara pertama. (*/hr)















Discussion about this post