TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Tidung masih membutuhkan penguatan dari sisi pelaksanaan, terutama menyangkut kualitas makanan, pelayanan kepada penerima manfaat, serta koordinasi antarpihak yang terlibat.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, perkembangan program dan sejumlah aspek pelaksanaannya dibicarakan bersama Lembaga KPPG Kelas I Kalimantan Utara dalam pertemuan di Ruang Rapat Bupati, Selasa (3/11). Evaluasi turut mencakup kondisi pelaksanaan di lapangan dan upaya peningkatan kualitas layanan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Pelaksanaannya perlu terus dikawal agar pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai tujuan. Kami juga membicarakan perkembangan program bersama KPPG, termasuk aspek yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Ibrahim Ali.
Menurutnya, kualitas pelaksanaan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya makanan bagi penerima manfaat. Mutu makanan, pelayanan, serta koordinasi antara lembaga pelaksana dan pemerintah daerah turut menentukan keberlangsungan program.
Evaluasi berkala dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan pembenahan. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan agar persoalan operasional di lapangan dapat dikomunikasikan dan ditangani bersama.
“Evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan program. Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pelaksanaannya, mulai dari pelayanan, kualitas makanan hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Setiap kendala di lapangan juga perlu dikomunikasikan agar bisa ditemukan penyelesaiannya,” katanya.
Ibrahim menegaskan, ketepatan sasaran turut menentukan manfaat program bagi masyarakat. Penerima manfaat, khususnya anak-anak, diharapkan mendapatkan pelayanan sesuai tujuan pemenuhan gizi. Mutu makanan juga menjadi aspek penting untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka.
“Pelaksanaan MBG di Tana Tidung diharapkan menjangkau penerima manfaat sesuai sasaran. Kualitas makanan juga perlu dijaga karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Jadi, bukan hanya penyalurannya yang diperhatikan, tetapi mutu makanan dan pelayanan kepada penerima juga menjadi bagian penting,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Program MBG diharapkan dapat mendukung kebutuhan nutrisi anak sekaligus memberikan manfaat bagi tumbuh kembang mereka.
“Pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari investasi untuk masa depan. Program ini diharapkan dapat mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak-anak di Tana Tidung. Kami berharap pelaksanaannya semakin baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima,” tutup Ibrahim. (hr/*)














Discussion about this post