BULUNGAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus mendorong pengembangan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar memiliki daya saing serta mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Galeri Samisa (Sentra Aneka Mikro Industri dan Suvenir Otentik) di kawasan Kuliner Tepian Kayan (Kulteka), Tanjung Selor.
Galeri Samisa diresmikan Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bertepatan dengan puncak Bulungan Cokelat Festival 2026, Sabtu malam (7/11/2026).
Kehadiran galeri tersebut diharapkan menjadi etalase pemasaran produk unggulan daerah, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan hasil produksi kepada masyarakat dan pengunjung.
Nama Samisa diambil dari bahasa lokal Bulungan yang berarti semuanya. Nama tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dalam merangkul berbagai potensi usaha masyarakat.
Saat ini, lebih dari 30 produk unggulan berupa olahan pangan dan kerajinan otentik binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulungan telah melalui proses kurasi, termasuk aspek legalitas, standar higienitas, dan daya saing pasar.
Bupati Syarwani menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Bulungan Cokelat Festival sekaligus pengembangan Galeri Samisa. Menurutnya, produk lokal harus terus didorong agar memiliki identitas daerah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan atas kegiatan ini. Kita ingin agar produk yang berasal dari Bulungan memiliki daya saing, memiliki identitas daerah dan pada akhirnya mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Syarwani.
Ia juga menyoroti potensi komoditas kakao yang menunjukkan perkembangan positif di Kabupaten Bulungan. Luas perkebunan kakao yang pada 2018 tercatat sekitar 720 hektare di Kecamatan Tanjung Palas, kini meningkat menjadi 3.044 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.
Meski demikian, pemanfaatan potensi lahan perkebunan kakao masih perlu ditingkatkan. Dari total potensi lahan perkebunan yang mencapai 152.000 hektare, pemanfaatannya untuk pengembangan kakao baru sekitar 5,1 persen.
Menurut Syarwani, pengembangan kakao tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi biji mentah. Pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman dengan nilai tambah ekonomi.
Upaya pengembangan tersebut telah dilakukan sejak 2022 melalui pembagian 30.000 bibit kakao unggul kepada petani di Desa Antutan dan Desa Pejalin. Tanaman kakao tersebut kini telah memasuki masa produksi aktif.
“Pembangunan kegiatan perkebunan cokelat di Bulungan tidak hanya berfokus pada produksi di hulu, tetapi kita juga harus hadirkan hilirisasi untuk pengolahan biji cokelat di tingkat lokal. Saya mengundang para pemilik kafe dan restoran untuk bermitra dengan petani serta pengusaha UMKM kakao dalam memasarkan olahan cokelat khas Bulungan,” ajak Syarwani.
Pengembangan Galeri Samisa juga menjadi bagian dari implementasi program prioritas Pemkab Bulungan, khususnya UMKM Bulungan Unggul, Satu Desa Satu Produk (OVOP), serta Jaminan Hasil Produksi Pertanian.
Upaya memperluas pemasaran produk lokal bahkan telah menjangkau pasar nasional melalui penyediaan etalase khusus produk UMKM Bulungan di lantai 4 Pusat Perbelanjaan Sarinah, Jakarta.
Sementara itu, Bulungan Cokelat Festival 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 November. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bulungan tersebut diisi berbagai perlombaan, di antaranya kreasi minuman cokelat ant barista dan lomba dessert cokelat antarkader TP PKK kecamatan.
Penilaian melibatkan dewan juri profesional lintas sektor untuk melihat kreativitas, kualitas produk, serta potensi pengembangan olahan cokelat sebagai produk unggulan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyaksikan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT BPD Kaltimtara Cabang Tanjung Selor.
Bantuan berupa penataan sarana meja, kursi, dan troli usaha tersebut ditujukan untuk mendukung peremajaan fasilitas Kulteka agar semakin tertata, bersih, dan nyaman sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Tanjung Selor.
Peresmian Galeri Samisa dan pelaksanaan Bulungan Cokelat Festival turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Bulungan, Hj. Sri Nurhandayani Syarwani, S.Pd., unsur Forkopimda, jajaran perbankan, Direktur Eksekutif Sawit Watch Ahmad Surambo, pelaku UMKM, serta kelompok tani kakao.
Melalui pengembangan Galeri Samisa dan komoditas kakao, Pemkab Bulungan berharap produk unggulan daerah semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM lokal.(**)














Discussion about this post