TARAKAN – Permintaan tanaman alocasia dari Kaltara terus mengalami peningkatkan selama tiga bulan terakhir. Dari data Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, frekuensi pengiriman mencapai ribuan setiap bulanya.
Kepala BKP Tarakan, Akhmad Al Faraby mengungkapkan, jumlah alocasia yang keluar dari Kaltara melalui Karantina naiknya sangat signifikan, “Laporan dari teman-teman yang di wilayah kerja kami perhari permohonan dokumen itu rata-rata 300 dokumen,†ungkapnya, Rabu (21/10/2020).
Data bulan Agustus mencapai 1.122 permohonan dokumen sementara jumlah tanaman alocasia sebanyak 52.939 batang, September 4.059 permohonan jumlah tanaman 138.470 batang dan Oktober 6.889 permohonan jumlah tanaman 136.618 batang.
“Satu tujuan satu dokumen, dan selama tiga bulan terakhir pengeluaran terjadi peningkatan. Sejauh ini semua kondisi tananam alocasia memenuhi standart,†tuturnya.
Pada prinsipnya Karantina hanya memeriksa kesehatanya, kemasan tanaman alocasia yang dikirim tidak boleh ada tanah, sehingga alocasia harus bebas dari tanah dan diganti dengan tisu basah.
“Intinya tidak pakai tanah, karena tanah adalah media pembawa maka kalau ada tanahnya rawan penyakit,†tegasnya.
Tanaman alocasia saat ini lagi trend dan banyak diminati masyarakat untuk tanaman hias. Tumbuhan ini asli endemik Kalimantan sebelum ini harganya murah.
Terkait dengan pengambilan dari hutan bukan wewenang dari karantina, tugas BKP hanya cek kesehatan sebelum dilalulintaskan.
Baca Juga:Â
BKP juga bekerjasama dengan BKSDA, jika ada hewan atau tumbuhan tertentu yang dilarang maka biasanya pengiriman harus dilengkapi persyartan dari BKSDA.
“Kalau alocasia belum ada (larangan) kami ada kerjasama dengan BKSDA jika nanti tidak boleh keluar atau dibatasi pasti ada informasi,†pungkasnya. (wic/iik)















Discussion about this post