Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Ekonomi · 14 Mei 2022 14:55 WITA ·

Tiket Pesawat mahal, Picu Inflasi April di Kaltara


Terminal Bandara Juwata Tarakan. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Terminal Bandara Juwata Tarakan. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Pada bulan April 2022, Provinsi Kaltara tercatat mengalami inflasi sebesar 0,70% (mtm) atau 4,78% (yoy). Dua kota penyumbang IHK Kaltara yaitu Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing tercatat inflasi sebesar 0,73% (mtm) dan 0,60% (mtm). Dari total 90 Kota IHK nasional, Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing .

“Inflasi periode April 2022 terutama disebabkan oleh inflasi pada kelompok transportasi khususnya komoditas angkutan udara seiring dengan pelaksanaan mudik Hari Raya Idul Fitri yang telah diperbolehkan oleh Pemerintah pada Tahun 2022 ini,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Tedy Arief Budiman melalui press rilisnya, Kamis (12/5/22).

Kondisi ini diyakini menyebabkan peningkatan permintaan masyarakat akan tiket pesawat yang tercermin dari . Adapun data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang datang dan berangkat di Bandara Juwata Tarakan pada bulan April 2022 adalah sejumlah 14.198 dan 17.689 penumpang.

Selain peningkatan permintaan domestik, tekanan inflasi pada angkutan udara ini diiringi pula dengan masih terbatasnya jumlah penerbangan serta tingginya harga avtur dunia sebagai dampak dari peningkatan harga minyak dunia yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina.

“Tekanan inflasi juga terjadi pada komoditas minyak goreng sejalan dengan kebijakan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan premium dan sederhana. Di sisi lain, beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan tekanan inflasi sejalan dengan stok yang mulai meningkat di tengah mulainya masa panen pada daerah sentra produksi yang menjadi pemasok di Kaltara,” ujar Tedy.

Tekanan inflasi pada kelompok transportasi terutama disebabkan oleh pelonggaran mobilitas oleh masyarakat sebagai dampak diperbolehkannya mudik oleh Pemerintah menjelang momen HBKN Idul Fitri 1443 H setelah dilarang selama dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, persyaratan penerbangan yang dipermudah bagi masyarakat yang telah melakukan vaksin dosis ketiga sejalan dengan akselerasi vaksinasi oleh Pemerintah Daerah juga turut meningkatkan permintaan terhadap komoditas angkutan udara.

“Kondisi tersebut mendorong kenaikan tarif angkutan, khususnya angkutan udara. Kelompok transportasi pada April 2022 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,16% (mtm) atau 16,19% (yoy),” jelas Tedy.

Sejalan dengan kelompok transportasi, tekanan inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, tekanan inflasi disebabkan oleh meningkatknya demand masyarakat menjelang momen HBKN Idul Fitri. Beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan terbesar dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau antara lain sawi hijau (0,12%), minyak goreng (0,08%), bayam (0,04%) dan ikan bandeng (0,03%).

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan terbesar yaitu cabai rawit (-0,11%), kacang panjang (-0,02%), bawang merah (-0,01%), dan daging ayam ras (-0,01%). Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 1,13% (mtm) atau tercatat inflasi secara tahunan sebesar 4,82% (yoy).

“Meskipun inflasi Kaltara secara tahunan (April 2021 ke April 2022) lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yaitu 3,47% (yoy), inflasi Kaltara secara tahun kalender (Desember 2021 ke April 2022) yaitu sebesar 1,90% (ytd) masih lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 2,15% (ytd),” beber Tedy.

Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam wadah TPID akan terus bersinergi dalam melaksanakan program pengendalian harga dalam kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif), serta menjaga ekspektasi inflasi tahun 2022 yang diyakini masih akan berada di sasaran target inflasi, yaitu 3±1%.

Selain itu, Bank Indonesia dengan berbagai pihak termasuk Pemda juga terus aktif bersinergi melalui berbagai program termasuk penguatan korporatisasi dan kelembagaan, pengembangan kapasitas produksi, maupun perluasan pasar UMKM pangan dikala pandemi.

“Pada tahun 2022 inflasi diprakirakan berada pada rentang sasarannya 3,0±1%. Prakiraan ini utamanya disebabkan oleh permintaan domestik yang diprakirakan membaik dan transmisi harga global ke domestik yang berlanjut di tengah ekspektasi inflasi dan nilai tukar yang terjaga,” pungkas Tedy.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran targetnya. Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah tersebut terutama ditujukan untuk mengantisipasi risiko inflasi komoditas pangan strategis, baik pada kelompok Volatile Food (VF) maupun kelompok inti, dari kemungkinan adanya gangguan pasokan dan distribusi yang berasal baik dari global maupun domestik.

Selain itu, adanya kenaikan harga beberapa komoditas pada kelompok Administered Prices (AP) seperti kenaikan tiket angkutan udara, Bahan Bakar Minyak (BBM), cukai rokok dan PPN juga perlu mendapat perhatian.

“Kebijakan moneter Bank Indonesia akan tetap konsisten dalam mengelola ekspektasi inflasi sesuai sasaran. Di samping itu, sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” tutup Tedy.(**)

Artikel ini telah dibaca 170 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemprov Kaltara Kembali Pertahankan Predikat WTP

23 Mei 2022 - 18:04 WITA

Pangsa Pasar Kaltara Mencapai 36,94 Persen

23 Mei 2022 - 17:59 WITA

Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

22 Mei 2022 - 14:42 WITA

Kodim Tana Tidung Bergerak Bantu Pedagang Kaki Lima dan Warung

19 Mei 2022 - 12:43 WITA

Pemda KTT Pertahankan Opini WTP, Ibrahim Ali Apresiasi Semua OPD

18 Mei 2022 - 06:27 WITA

Optimalisasi Pajak Sarang Burung Walet, Pemprov Bakal Terbitkan Pergub

17 Mei 2022 - 17:57 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!