TARAKAN – Bertepatan dengan suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan merilis data perkembangan harga konsumen untuk periode Maret 2026.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, melaporkan bahwa Kota Tarakan kembali mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,63 persen.
Laporan ini telah disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, sebagai bagian dari koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Dalam penjelasannya, Umar Riyadi merincikan bahwa kenaikan harga pada komoditas pangan dan transportasi menjadi motor utama inflasi di bulan Maret.
“Cabai rawit memberikan andil inflasi yang paling dominan, yakni sebesar 0,30 persen. Disusul oleh daging ayam ras sebesar 0,21 persen dan angkutan udara sebesar 0,19 persen,” ungkap Umar dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Secara sektoral, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menyumbang andil terbesar yakni 0,54 persen, diikuti oleh Kelompok Transportasi sebesar 0,16 persen. Kenaikan ini dinilai wajar terjadi mengingat tingginya konsumsi masyarakat dan mobilitas warga selama masa lebaran.
Dengan capaian Maret ini, inflasi tahun kalender (year-to-date) Tarakan berada di angka 1,06 persen, sementara inflasi tahunan (year-on-year) tercatat sebesar 3,81 persen.
Angka inflasi tahunan Tarakan ini terpantau sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Nasional dan Provinsi Kalimantan Utara, yaitu provinsi Kaktara 3,12% dan Nasional 3,48%.
Umar menambahkan bahwa efek kebijakan diskon tarif listrik (low base effect) dari tahun sebelumnya masih sedikit memengaruhi angka tahunan, namun dampaknya mulai mengecil sehingga inflasi kini cenderung mendekati target sasaran pemerintah di rentang 2,5% plus minus 1.
Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya justru memberikan andil deflasi sebesar 0,11 persen. Hal ini dipicu oleh tren penurunan harga emas perhiasan di pasar lokal. Selain emas, beberapa jenis sayuran seperti sawi hijau, kangkung, dan bayam juga tercatat mengalami penurunan harga yang membantu menekan laju inflasi lebih dalam.
Menutup laporannya, Kepala BPS Tarakan menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi untuk menjaga stabilitas harga di Bumi Paguntaka pasca-lebaran.
Daftar 5 Komoditas Utama Pemicu Inflasi (Maret 2026):
* Cabai Rawit
* Daging Ayam Ras
* Angkutan Udara
* Ikan Bandeng
* Telur Ayam Ras
Sumber: BPS Kota Tarakan.














Discussion about this post