TARAKAN, Fokusborneo.com – Langkah besar diambil Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Tarakan Koordinator Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2026–2029.
Tak sekadar menggelar seremoni pelantikan pengurus, ISEI langsung tancap gas menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis bertajuk “Investasi Masuk, SDM Lokal Naik Kelas” sekaligus Diseminasi Hilirisasi Perikanan Kota Tarakan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Kantor Bank Indonesia (BI) Kaltara di Kota Tarakan, Rabu (5/8/26).
Pelantikan yang dinakhodai Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M. sebagai Ketua terpilih ini, dipimpin langsung Wakil Ketua Umum I ISEI Pusat, Prof. Anggito Abimanyu.
Suasana penuh khidmat tersebut, turut disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara Agus Taufik, S.E., M.E., Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Kaltara Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si. mewakili Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Tarakan Ajat Jatmika, S.T., M.T. mewakili Walikota Tarakan.
Ketua ISEI Cabang Tarakan terpilih, Nurjannatul Hasanah, S.E., M.M., menegaskan momentum pelantikan usai proses pemilihan pada 5 Februari 2026 ini bukan sebatas rotasi kepemimpinan.
Lebih dari itu, ISEI hadir sebagai rumah besar tempat berhimpunnya tiga kekuatan utama (triple helix): akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Sinergi tiga unsur ini adalah modal utama. ISEI Kaltara harus menjadi jembatan pemikiran dan tempat lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis data (evidence-based policy) untuk menjawab tantangan ekonomi global maupun geopolitik yang kian dinamis,” lugas Nurjannatul.
Movement ISEI Kaltara sejatinya telah bergerak sejak awal tahun. Berbagai aksi nyata telah bergulir, mulai dari pelibatan UMKM anggota ISEI pada Bazar Kashafa BI, kajian terapan ekonomi daerah bersama ISEI Pusat, publikasi artikel akademis, gerakan gagasan “One Month One Opinion”, hingga kolaborasi strategis bersama PHRI.
Pascapelantikan, ISEI Kaltara akan segera menggeber Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan deretan program aksi bersama Pemprov Kaltara, Pemkot/Pemkab, Bank Indonesia, dan dunia usaha.
Nurjannatul juga menghaturkan apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada para perintis ISEI Kaltara, Dr. Syaiful Anwar, S.E., M.Si. dan Dr. Arifai Ilyas, S.E., M.M., yang telah mengawal organisasi selama dua periode 2020–2026)
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, S.E., M.E., menyambut hangat momentum ini.
Dalam paparannya, Agus menggarisbawahi kondisi perekonomian Kaltara pada Triwulan I 2026 yang tumbuh 5,23% (yoy). Kendati tetap kuat, angka ini mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya (5,49%).
Penyebab utamanya adalah porsi sektor pertambangan batu bara yang terus menyusut—dari 26,5% di tahun 2021 turun menjadi 24,08% (2025), dan diproyeksikan merosot ke 22,86% tahun ini.
“Ini alarm penting bahwa Kaltara butuh percepatan transformasi ekonomi! Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor ekstraktif. Harus ada diversifikasi dan penguatan SDM lokal agar mampu menyerap masuknya arus investasi,” tegas Agus Taufik.
Guna menjawab kesenjangan (gap) kebutuhan tenaga kerja industri, BI Kaltara konsisten mendorong kapasitas SDM daerah. Salah satunya lewat Program Beasiswa Bank Indonesia yang telah menjangkau 892 pelajar/mahasiswa sejak 2017.
Pada 2026 ini saja, sebanyak 92 mahasiswa UBT dan Universitas Kaltara resmi menjadi bagian dari GenBI (Generasi Baru Indonesia) sebagai calon-calon pemimpin dan penggerak ekonomi masa depan.

Dukungan penuh juga disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., melalui amanat yang dibacakan Asisten Administrasi Umum, Dr. Taufik Hidayat.
Gubernur menekankan indikator ekonomi tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar angka statistik semata.
“Ekonomi yang berkualitas adalah ekonomi yang membuka lapangan kerja, menyejahterakan rakyat, dan meningkatkan daya saing daerah,” ujar Gubernur.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengorbankan karpet merah bagi investasi yang masuk, namun SDM dan komoditas lokal seperti batik khas Kaltara, olahan rumput laut, perikanan, kakao, dan kopi harus ikut terangkat.
Gubernur berharap ISEI aktif menjadi think tank daerah sekaligus mendampingi UMKM Kaltara agar mampu naik kelas dan go-digital.
Sesi FGD dan diseminasi perekonomian yang berlangsung interaktif menghadirkan kolaborasi panelis kawakan dari lintas sektor diantaranya Dr. Bustan, S.E., M.Si. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltara, Dr. Margiyono, S.E., M.Si. Akademisi FEB UBT, Candidat Doktor Effendy Gunardi, S.E., M.M Ketua Kadin Tarakan /Dunia Usaha, serta Dr. Ana Sri Ekaningsih, S.E., S.Th., M.M Direktur Poltek Bisnis Tarakan / Akademisi.
Para narasumber sepakat, kunci utama agar investasi tak hanya sekadar menumpang lewat di Kaltara, terletak pada penyiapan kompetensi SDM lokal yang pas (match) dengan pasar kerja industri, serta keberanian melakukan penciptaan nilai tambah (value added) pada sektor perikanan sebagai denyut nadi ekonomi Kota Tarakan.
Turut hadir memberikan dukungan penuh dalam perhelatan ini antara lain Dekan FEB UBT Prof. Dr. E. Moh. Nur Utomo, Rektor ISTM Tarakan Sabar Santuso, S.E., M.Pd., Ketua STIE Bulungan Tarakan Dr. Marso, S.E., M.M., perwakilan HIPMI, Bea Cukai Tarakan, serta civitas akademika dan pelaku usaha se-Kaltara.(*/mt)















Discussion about this post