BULUNGAN, Fokusborneo.com – Ribuan helai kain motif khas Benuanta siap menyulap Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan, menjadi panggung pameran busana terbuka.
Gelaran Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 yang berlangsung hingga 30 Agustus ini, sengaja memajang deretan karya wastra unggulan di tengah rindangnya suasana alam terbuka.
Langkah ini menjadi etalase emas bagi produk tekstil lokal untuk naik kelas ke panggung nasional. Dua karya kebanggaan daerah, yakni Batik Yogus dari Bulungan dan Batik Busak Uwe dari Malinau, terbukti sukses menembus kurasi ketat inovasi wastra nasional untuk mewakili Kaltara di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Tak hanya perajin senior, ajang ini juga membuktikan geliat regenerasi perancang muda daerah. Lismawati, siswi SMKN 1 Bulungan, unjuk gigi dengan menyabet Juara II Kompetisi Modest Fashion Design kategori pelajar pada FESyar Kawasan Timur Indonesia 2026.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, menegaskan pameran ini menjadi momentum penting unjuk gigi karya kreatif daerah.
“KKB bukan sekadar kegiatan pameran atau promosi produk UMKM saja, KKB merupakan ruang bersama untuk menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki potensi, kreativitas, dan karya yang dapat dikenalkan kepada masyarakat lebih luas,” tegas Zainal.
Diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara bersama Pemprov Kaltara, KKB 2026 melibatkan 140 UMKM lokal serta menghadirkan Fashion Design Class untuk menggembleng kapasitas desainer daerah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Tufik, menyampaikan komitmennya untuk terus memoles potensi seni dan budaya Benuanta agar memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi.
”Rangkaian acara ini diarahkan untuk memperkuat UMKM menuju Go-Digital, Go-Export, dan Go-Funding, sekaligus menjaga dan mengembangkan kreativitas serta budaya lokal Benuanta,” ungkap Agus.(**)













Discussion about this post