• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

by Redaksi
02/09/2026
in Ekonomi
A A
Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Dosen FEB UBT, Dr. Margiyono. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – Polemik mengenai pendataan tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil penerima bantuan di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menyita perhatian.

Polemik ini dinilai muncul akibat kompleksitas indikator penilaian kesejahteraan serta maraknya fenomena gaya hidup konsumtif di masyarakat.

Baca Juga

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

DPRD Kaltara Sebut Kain Lokal Punya Daya Saing Tinggi

Transaksi KKB Tembus Rp4,87 M, DPRD Kaltara Puji Ekosistem UMKM

​Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) sekaligus Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kaltara, Dr. Margiyono, menjelaskan pergeseran atau dinamika status desil masyarakat seperti desil 9 dan 10 maupun desil lainnya dipengaruhi berbagai faktor metodologis dan fenomena sosial.

Menurut Dr. Margiyono, indikator tingkat kesejahteraan dasarnya tidak hanya diukur dari pendapatan riil yang diterima, melainkan dari pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income). Hal ini mencakup pendapatan utama, bantuan, tunjangan, hibah, serta pengalokasian pajak.​

“Namun, dalam survei atau sensus data ekonomi, data pendapatan adalah hal yang sensitif. Jarang ada responden yang jujur menyebutkan nominal pendapatannya secara pasti. Oleh karena itu, metodologi ilmiah yang diakui dan digunakan BPS mengukur pendapatan dari pola pengeluaran atau konsumsi,” jelasnya, Rabu (2/9/26).​

​Dr. Margiyono menyoroti fenomena sosial yang cukup unik di Tarakan dan Kaltara, yaitu “Kumpaunomic” atau demonstration effect. Fenomena ini mengacu pada perilaku masyarakat yang cenderung memproklamirkan gaya hidup atau kelas sosialnya agar terlihat sejajar dengan kelompok ekonomi atas.

“Masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah sering kali memiliki pola konsumsi dan gaya hidup yang sama.bahkan lebih tinggi daripada masyarakat yang secara ekonomi lebih mampu. Fenomena ini kerap memicu anggapan ‘lu bisa, gue juga bisa’,” ungkapnya.​

Perilaku ini tecermin dari pola belanja sehari-hari, seperti pemilihan merek barang kebutuhan hingga tempat berkumpul (kafe). Ketika pendataan survei menanyakan barang dan merek apa saja yang dibeli, jawaban dari kelompok ekonomi bawah kerap serupa dengan kelompok atas.

​Akibatnya, potret metodologi penentuan desil berbasis pengeluaran ini memunculkan hasil yang mengejutkan: masyarakat yang aset riilnya terbatas terlempar ke kategori desil lebih tinggi karena indikator konsumsinya dianggap tergolong sejahtera.

Sisi positifnya, tingginya angka konsumsi ini membuat perekonomian daerah menjadi lebih riuh dan hidup, ditandai dengan maraknya UMKM, warung, dan kafe yang selalu ramai.

Namun, dampak negatifnya terasa ketika masyarakat terkejut kehilangan hak bantuan akibat desilnya melonjak secara administratif.

​Sebagai solusi jangka panjang, Dr. Margiyono mendorong adanya transformasi budaya ekonomi masyarakat secara bertahap dari pola konsumtif ke arah yang produktif.

“Masyarakat perlu mulai mengarahkan sisa atau alokasi uangnya ke penggunaan yang produktif. Menurunkan gengsi belanja barang konsumtif, mengalihkan dana ke tabungan (saving), dan melakukan investasi pada aset-aset yang bernilai tambah,” sarannya.​

Aset-aset produktif tersebut dapat berupa rumah sewa, kontrakan, kendaraan usaha, maupun modal bisnis. Dengan kepemilikan aset yang kuat, kenaikan status desil masyarakat tidak lagi sekadar terdorong oleh gaya hidup konsumtif yang temporer, melainkan didasari oleh peningkatan daya beli yang permanen dan kesejahteraan riil yang berkelanjutan.(*/mt)

Tags: DesilDr. MargiyonoEkonomiFEBHeadlineISEIUBTuniversitas borneo tarakan

Berita Lainnya

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama
Ekonomi

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

2 September 2026 19:59
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
DPRD Kaltara Sebut Kain Lokal Punya Daya Saing Tinggi
Ekonomi

DPRD Kaltara Sebut Kain Lokal Punya Daya Saing Tinggi

31 Agustus 2026 10:17
Transaksi KKB Tembus Rp4,87 M, DPRD Kaltara Puji Ekosistem UMKM
Ekonomi

Transaksi KKB Tembus Rp4,87 M, DPRD Kaltara Puji Ekosistem UMKM

30 Agustus 2026 12:28
KKB 2026 Tembus Omset Rp4,87 Miliar, Wastra Kaltara Unjuk Gigi di Panggung Fashion Show
Ekonomi

KKB 2026 Tembus Omset Rp4,87 Miliar, Wastra Kaltara Unjuk Gigi di Panggung Fashion Show

30 Agustus 2026 09:06
Geliat Wastra dan Talenta Muda Racikan BI
Ekonomi

Geliat Wastra dan Talenta Muda Racikan BI

29 Agustus 2026 07:57
Next Post
Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    Bara Batubara di Jalan Amal Lama Kian Dalam, PU Butuh Bantuan Ahli Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Asap Tebal, Super Air Jet Batal Mendarat di Bandara Juwata Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capai Indeks 101, Kualitas Udara Tarakan Berstatus Tidak Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat, Gubernur Ajak Jaga Kerukunan Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen di Triwulan II 2026, Hilirisasi Industri Jadi Pendorong Utama

2 September 2026 19:59
Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

Analisis Akademisi FEB UBT: Perilaku Konsumtif dan Fenomena “Kumpaunomic” Picu Polemik Data Desil di Kaltara

2 September 2026 19:42
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP