Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Fokus · 25 Jul 2021 15:37 WITA ·

Pelaku Pemalsu Surat Hasil Swab PCR dan Surat Jalan Dibekuk Polres Tarakan


Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira Gelar Press Release Pengungkapan Sindikat Pemalsu Surat Hasil Swab PCR dan Surat Jalan. Foto : fokuaborneo.com Perbesar

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira Gelar Press Release Pengungkapan Sindikat Pemalsu Surat Hasil Swab PCR dan Surat Jalan. Foto : fokuaborneo.com

TARAKAN – Jajaran Satreskrim Polres Tarakan berhasil mengamankan pelaku sindikat pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan swab PCR dan surat jalan sebagai salah satu syarat perjalanan penerbangan.

Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira menjelaskan, pengungkapan kasus terjadi pada tanggal 23 Juli 2021 di Bandara Internasional Juwata Tarakan sekitar pukul 05.40 Wita.

“Benar jajaran Satreskrim Polres Tarakan telah mengamankan seseorang terduga pelaku yaitu atas nama (inisial) FR (47) tertangkap tangan menyerahkan hasil pemeriksaan swab PCR dan surat jalan yang diduga palsu,” ungkap Kapolres dalam press releasenya, Minggu (25/7/2021).

Rencanya surat keterangan hasil pemeriksaan swab PCR dan surat jalan tersebut akan diserahkan kepada tiga calon pelaku perjalanan melalui Bandara Juwata Tarakan dengan tujuan Balikpapan.

“Dari keterangan saksi serta interogasi singkat di lapangan, pelaku FR mengakui bahwa surat tersebut palsu,” katanya.

Pelaku FR merupakan calo dimana surat keterangan hasil swab PCR didapat dari pelaku inisial MA, kemudian surat jalan didapat dari pelaku inisial HR (34).

“FR ini bekerja sebagai sopir taxi dan HR merupakan salah satu oknum petugas di Bandara Juwata Tarakan,” terangnya kepada media.

Lebih lanjut, dari keterangan saksi mengatakan bahwa tidak pernah dilakukan pengambilan sampel swab secara fisik, semuanya sudah difasilitasi oleh pelaku FR.

“Satu surat keterangan hasil pemeriksaan swab PCR dipatok harga Rp 1.500.000 dan satu surat jalan dipatok harga Rp 150.000,” sambung Kapolres.

Dalam surat keterangan palsu tersebut dibuat mirip dengan aslinya dengan mencatut salah nama salah satu rumah sakit di Tarakan. Dari tangan pelaku juga diamankan tiga surat hasil swab PCR palsu, surat jalan, kemudian printer, laptop, komputer, 4 stempel, handphone dan uang tunai senilai Rp 7,6 juta.

Pelaku saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mako Polres Tarakan. Pasal yang disangkakan kepada pelaku yakni Pasal 263 ayat (2) KUHPidana tentang pemalsuan surat atau dokumen kesehatan palsu dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun. (wic/iik)

Artikel ini telah dibaca 794 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dorong Percepatan Vaksin, Deddy Sitorus Bawa Ribuan Vaksin Untuk Warga Kaltara

19 Oktober 2021 - 11:30 WITA

Ke Kalimantan Utara, Presiden akan Tanam Mangrove hingga Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi

19 Oktober 2021 - 10:11 WITA

Besok, Presiden Jokowi Akan Kunjungi Vaksinasi di Karang Rejo dan SMP 1 Tarakan

18 Oktober 2021 - 17:05 WITA

BNNP Kaltara Berhasil Gagalkan Pengiriman Sabu 4,9 Kg Lewat Kargo dan Kapal Pelni

18 Oktober 2021 - 16:31 WITA

Tengah Malam, Sebuah Rumah di Sebengkok Terbakar

18 Oktober 2021 - 12:40 WITA

Ke Kaltara, Presiden Bakal Lakukan Penanaman Bibit Mangrove di Tana Tidung

18 Oktober 2021 - 06:05 WITA

Trending di Advetorial