TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan mewaspadai maraknya penyalahgunaan obat bius jenis Etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan vape (liquid vape).
Hal ini disampaikan Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik, S.E., saat memberikan keterangan terkait ancaman bahaya zat tersebut.
Evon menjelaskan secara medis, Etomidate merupakan obat anestesi yang penggunaannya sangat terbatas dan ketat. Obat ini diperuntukkan bagi dokter spesialis anestesi dalam tindakan medis seperti operasi dengan dosis yang terukur.
Pengawasannya pun dilakukan secara ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dinas farmasi. Namun, perkembangannya saat ini menunjukkan adanya penyalahgunaan zat tersebut oleh pihak tak bertanggung jawab dengan mencampurkannya ke dalam liquid vape.
Efek yang ditimbulkan bagi penggunanya meliputi halusinasi, euforia (perasaan bahagia berlebihan), irama jantung tidak teratur, sesak nafas, hingga risiko pecah pembuluh darah, henti jantung, dan kematian.
”Penggunaan Etomidate ini sangat berbahaya jika disalahgunakan. Kebanyakan penggunanya adalah anak muda yang memakai vape di tempat hiburan. Mereka tidak sadar bahwa cairan yang dihisap telah dicampur zat anestesi yang bisa memicu henti jantung hingga kematian,” ujar Evon, Rabu (23/9/26).
Terkait dengan peredaran di Kota Tarakan, pihak BNNK Tarakan telah melakukan pemetaan dan pemeriksaan ke sejumlah toko vape.
Berdasarkan hasil pengujian sampel pada 7 toko vape di Tarakan, sejauh ini seluruhnya dipastikan legal dan negatif dari kandungan Etomidate.
Evon mengungkapkan cairan vape yang mengandung obat berbahaya tersebut umumnya beredar melalui jalur ilegal atau pasar gelap (black market) dengan sistem penjualan langsung (hand-to-hand) atau dari mulut ke mulut dalam lingkaran terbatas.
Selain Etomidate, BNNK Tarakan juga menyoroti ancaman zat berbahaya lain seperti Tetrahydrocannabinol (THC) cair atau ganja cair yang mulai marak beredar.
Mengingat maraknya modus baru ini, BNNK Tarakan mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Ke depan, BNNK Tarakan berencana melakukan koordinasi dan razia gabungan bersama instansi terkait, seperti Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan guna memetakan dan mengantisipasi penyalahgunaan narkotika di wilayah Tarakan, khususnya di tempat-tempat hiburan malam.(*/mt)












Discussion about this post