Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Olah Raga · 28 Mar 2022 15:13 WITA ·

Ujian Kenaikan Sabuk, Ketua IPSI Sunarto Berharap Warga PSHT Ikut Jaga Kondusifitas


Ketua IPSI Kota Tarakan Sunarto menghadiri ujian kenaikan tingkat siswa PSHT Tarakan dari sabuk hijau ke putih. Foto : Ist. Perbesar

Ketua IPSI Kota Tarakan Sunarto menghadiri ujian kenaikan tingkat siswa PSHT Tarakan dari sabuk hijau ke putih. Foto : Ist.

TARAKAN – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tarakan Sunarto menghadiri ujian kenaikan sabuk Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Tarakan. Sunarto berpesan warga PSHT juga ikut menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusifitas Kota Tarakan.

Ujian kenaikan sabuk dari hijau ke putih yang diikuti sebanyak 94 siswa ini, dilaksanakan di Taman Berkampung, Minggu (27/3/22). Selain Ketua IPSI Kota Tarakan, ujian kenaikan sabuk juga dihadiri Ketua PSHT Cabang Kota Tarakan Pusat Madiun Jumanto.

“Alhamdulillah PSHT cabang Tarakan pusat Madiun, mengadakan tes kenaikan sabuk dari hijau ke putih. Setelah mendapatkan sabuk putih nanti baru pengesaha biasanya itu di bulan suro mau entah itu bulan suro awal, tengah, akhir yang penting masih di bulan suro,” kata Sunarto saat diwawancarai Fokusborneo.com.

Dalam proses ujian kenaikan sabuk dari hijau ke putih hingga menjadi warga PSHT, dijelaskan Sunarto banyak cobaannya. Selama menunggu pengesahan, pelatih akan mengawal dari masing-masing siswanya.

“Harapan kami harus bisa lulus semua menjadi warga semua, karena itu kan prosesnya sangat panjang,” ujar Sunarto.

Ujian kenaikan tingkat siswa PSHT Tarakan dari sabuk hijau ke putih. Foto : Ist.

Sebelum mengikuti ujian dari sabuk hijau ke putih, dikatakan Sunarto banyak proses yang harus dilewati. Mulai dari pra polos, menjadi polos warna hitam hingga naik sabuk menjadi merah jambu atau jambon.

“Jadi dari pra polos menjadi polos mereka mendapatkan jurus, mendapatkan senam, naik lagi ke Jambon. Dari jambon ada tambahan senam, ada tambahan jurus, ada tambahan senam toya, baru naik lagi ke hijau. Di hijau ini tempatnya mematangkan para siswa untuk betul-betul menjadi pesilat atau menjadi pendekar,” tambah Sunarto.

Setelah lulus ujian kenaikan tingkat dari hijau ke putih, disampaikan Sunarto baru bisa mengikuti pengesahan menjadi warga PSHT untuk mendapatkan sabuk putih mori. Sampai saat ini, warga PSHT di Kota Tarakan jumlahnya sekitar 5.000 orang.

“Kalau sudah memakai sabuk putih tua sudah disahkan, itu baru menjadi warga PSHT. Untuk ke sabuk putih yang tua itu ada tes namanya tes warga sebelum bulan suro nanti,” tutur Sunarto.

Sunarto berharap siswa yang sudah disahkan menjadi warga PSHT, bisa berguna bagi nusa, bangsa bisa menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusifitas Kota Tarakan.

“Paling tidak dimana bumi kita dipijak, disitulah langit kita junjung artinya kira harus bisa menjaga dan kesatuan yang ada di Kota Tarakan,” tutup Sunarto.(Mt)

Artikel ini telah dibaca 216 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Target Perak, Atlet Tonis Kaltara Siap Berlaga di Fornas VI Palembang 

21 Mei 2022 - 17:41 WITA

Kormi Kaltara Siap Berangkatkan Atlet ke Fornas VI Sumsel

19 Mei 2022 - 16:19 WITA

IMI Kaltara Siap Gelar Kejurnas Grasstrack di Tarakan Juni 2022

18 Mei 2022 - 18:06 WITA

Gelar SH Terate Cup, Ajang Kebangkitan Pembinaan Pencak Silat

16 Mei 2022 - 08:20 WITA

Gelar Nobar Final Piala Thomas, Senator Hasan Basri Beri Support Tim Indonesia

15 Mei 2022 - 19:46 WITA

Gubernur : Perlihatkan dan Tunjukan Sportifitas Tim

18 April 2022 - 14:51 WITA

Trending di Daerah
error: Alert: Content is protected !!