• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Pemilu Ditengah Pandemi Covid-19

Oleh: Arinda Puspita Sari

by Redaksi
05/12/2020
in Opini
A A

Ilustrasi/Sumber Bawaslu RI

Pemilihan kepala daerah serentak akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, di tengah pandemi Covid-19 ini pemerintah tetap melaksanakan pilkada serentak dengan menerapkan protokol kesehatan, namun dikalangan masyarakat banyak Pro dan Kontra dengan pilkada serentak tahun ini. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa jikalau pilkada serentak ini tetap di laksanakan dapat membuka potensi yang lebih besar terjadinya penularan virus Covid-19 yang lebih besar.

Di tengah-tengah masyarakat beranggapan bahwa seharusnya pemerintah terlebih dahulu memfokuskan menangani masalah pandemi ini maka dari itu perlu ditunda, sehingga kondisi pandemi Covid-19 membaik dan memungkinkan bisa melakukan pilkada serentak, namun ada juga yang beranggapan bahwa pilkada 2020 ini harus tetap di laksanakan, namun pro dan kontra dari masyarakat, pemerintah tetap melaksanakan pemilu serentak di setiap daerah di indonesia pada tanggal 9 Desemeber 2020.

Baca Juga

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

Pemilu tahun 2020 kali ini berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang mana para paslon berusaha untuk mendapatkan suara terbanyak, berbagai cara dilakukan seperti kampanye dengan banyak masyarakat. paslon untuk mendapatkan suara dari para rakyat harus mengeluarkan banyak dana seperti membayar kaos, spanduk, tim sukses dan dooprize dan untuk membayar itu semua membutuhkan dana yang banyak.

Sedangkan pemilu 2020 ini berbeda dengan pemilu dengan tahun-tahun sebelumnya diman para paslon tidak perlu banyak menegelurkan dana untuk kampanye mereka hanya berkampanye dengan secara online dengan beralih ke media virtual dan dengan memanfaatkan media sosial yang ada, hingga sampai saat ini tidak boleh adanya massa hal ini di lakukan karena untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Terlebih dari itu indonesia sudah menerapkan skema pilkada serentak yang sangat berpotensi menimbulkan kerumunan massa yang sulit untuk di ukur, pilkada serentak ini sangat mengedepankan kepentingan bangsa dan negara yang perlu mempertimbangkan mengenai kesehatan dan tingkat partisipasi, ketentuan pelaksanaan pemilu di masa pandemi Covid-19.

Sebagai negara demokrasi semua orang berhak atas bersuara dan berpendapat apalagi pemilu saat ini, namun di dalam kondisi pandemi ini bagaimana para pasien yang terjangkit virus corona atau yang sedang terisolasi bisa untuk mengajukan suaraanya? apa mereka tidak memiliki hak pilih? Tentu saja mereka memiliki hak pilih, di lihat dari aku instagram @kpu_ri di akun tersebut menjelaskan dalam bentuk gambar bahwa  untuk mengajukan suaranya para pasien yang sedang terjangkit virus atau yang sedang melakuan isolasi maka mereka bisa menggunakan hak suaranya dengan cara mereka anggota atau panitia atau biasa di sebut PPS (Panitian pemungutan suara) dengan memakai alat pelindung diri (APD) kemudian  mereka datang pada pukul 12:00-13:00 mendatangi pasien. .

Indonesia sebagai negara demokrasi yang di mana semuanya berdasarkan atas nama rakyat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, maka rakyat memiliki kedaulatan yang sangat besar. Dan demokrasi ini memiliki salah satu pilar yang biasa di sebut dengan trias politica. Trias politica ini membagi kekuasaan negara menjadi tiga yaitu eksekutif, legislative, dan yudikatif, dari ketiga kinerja ini sangat di butuhkan dan penyelenggaraannya berdasarkan check and balance asas-asas demokrasi antara lain:

  1. Pemilihan yang adil,bebas,dan jujur
  2. Persamaan di mata hukum
  3. Proses hukum yang wajar

Ketiga hal tersebut haruslah diterapakan dalam berdemokrasi jika ketiga hal tersebut di terapkan dengan baik maka negara kita akan tentram dan baik-baik saja, namun realita di lapangan ketiga asas tersebut sulit atau bahkan tidak ditemukan disetiap kegaitan pemilu setiap tahunnya. Yang dimana para paslon harus mendapatkan suara atau lebih tepatnya memenangkan kursi atau jabatan berbagai cara ia lakukan. Mulai dari meberikan uang (money politik) dan bahkan ada juga yang tidak jujur dari para oknum – oknum yang berbuat curang agar para calon yang telah memberikan uang untuk mendapatkan suara terbanyak.

Bahwa permasalahan – permasalahan tersebut membuktian bahwa para calon pemimpin di negara demokrasi suara rakyat sangat penting, berbagai cara para paslon untuk mendapatkan suara terbanyak dari rakyat, yang dimana membuktikan bahwa negeri (pemerintahan) dengan warga sangat berkaitan terutama sebagai negara demokrasi yang semuanya memiliki hak untuk berpendapat dan bersuara.

Penulis: Arinda Puspita Sari

Mahasisiwi Universitas Muhammadiyah Malang

Progam Studi Ilmu Pemerintahan  

 

 

Tags: borneoCovidFokusKaltaraMahasiswaOpiniPandemiPenulisTarakanUMMUniversitas Muhammadiyah Malang

Berita Lainnya

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar
Ekonomi

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

30 September 2026 17:48
Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
Opini

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

27 Agustus 2026 15:45
Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?
Opini

Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?

26 Agustus 2026 16:37
Next Post
Ibnu Saud: Parpol Koalisi Ziyap All Out Menangkan Nomor 3

Ibnu Saud: Parpol Koalisi Ziyap All Out Menangkan Nomor 3

Hasil Kampanye Zainal – Yansen, 71 Persen Warga Kaltara Ingin Perubahan

Hasil Kampanye Zainal - Yansen, 71 Persen Warga Kaltara Ingin Perubahan

Paramotor Terbang Keliling Tarakan Bawa Spanduk Ziyap

Paramotor Terbang Keliling Tarakan Bawa Spanduk Ziyap

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tampil Anggun Berbusana Adat Tidung, 29 Ketua RT Selumit Pantai Resmi Dikukuhkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Kaltara Tembus Rp 82 Miliar, Tarakan Menyumbang Angka Terbesar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Raungan Mesin Menggema, Kejurnas Motocross Piala Panglima TNI Bergulir di Balikpapan

3 Oktober 2026 19:30
Catut Nama Kasat Reskrim, Polres Tana Tidung Ingatkan Warga Waspada Penipuan

Dari Tradisi ke Promosi Budaya, Wagub Ingkong Ala Dorong Sumpit Go Nasional

3 Oktober 2026 19:22
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP